Cara Terapi Pengobatan Dan Penyembuhan Empedu Rusak & Batu Pada Usus 12 Jari

Batu Empedu adalah timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu. Pada kantung empedu, batu dapat menyebabkan peradangan yang disebut kolestitis akut, hal ini karena adanya pecahan batu empedu di dalam saluran empedu yang menimbulkan rasa sakit. Batu-batu yang melalui kantong empedu dapat menyangkut di dalam hati dan saluran empedu, sehingga menghentikan aliran dari empedu ke dalam saluran pencernaan.

Ada tiga jenis batu empedu:

• Batu campuran, yang terdiri dari campuran kolesterol dan pigmen empedu yang berasal dari pemecahan lemak. Batu campuran paling sering ditemukan . batu ini memiliki gambaran batu pigmen dan batu kolesterol, berwarna coklat tua. Batu empedu campuran ini sering terlihat dengan pemeriksaan radiografi.

• Batu kolesterol, terutama terdiri dari kolesterol. Batu jenis ini bisa mencapai diameter 1,25 cm sehingga cukup besar untuk memblokir saluran empedu. Jumlah batu kolesterol jarang mencapai lebih dari dua.

• Batu pigmen, terutama terdiri dari pigmen empedu. Batu pigmen hadir dalam jumlah besar tetapi ukurannya kecil-kecil. Kebanyakan terjadi karena penyakit.

Batu empedu terbentuk dari kolesterol. Kolesterol cair biasa hadir di kandung empedu dan saluran empedu dalam kondisi normal. Namun, kolesterol cair tersebut dapat menjadi jenuh bila terlalu banyak kolesterol atau terlalu sendikit asam empedu. Hal itu memungkinkan kolesterol mengkristal dan menggumpal menjadi batu empedu.

Jumlah wanita yang menderita batu empedu empat kali lebih besar daripada laki-laki. Biasanya wanita tersebut berusia lebih dari 40 tahun dan obesitas. Insiden pembentukan batu empedu meningkat pada para pengguna pil kontrasepsi, estrogen, yang diketahui meningkatkan saturasi kolesterol bilier.

Menurut sebuah riset terbaru di Amerika Serikat, pembentukan batu empedu sebenarnya dapat ditekan dengan konsumsi makanan yang mengandung magnesium. Jenis makanan yang kaya magnesium di antaranya adalah ikan, kacang almon kering, bayam, alpukat, pisang, kismis dan kacang mede.

Kurangnya magnesium sudah sejak lama dikenal dapat meningkatkan kadar trigliserida serta menurunkan kolesterol baik (HDL) dalam darah, yang mana keduanya memicu risiko pembentukan batu empedu. Namun begitu, hingga saat ini pengaruh atau dampak jangka panjang magnesium terhadap risiko pembentukan batu empedu pada manusia belum diketahui mendalam.

Unsur pembentukan batu empedu adalah koleterol dan kalsium. Lebih dari 90 % batu empedu adalah batu koleterol (komposisi kolesterol >50 %) atau bentuk campuran ( 20-50 % unsur kolesterol) dan siasanya 10 % adalah batu pigmen (unsur kasium dominan dan koleterol< 20%).

Faktor lain terjadinya pembentukan batu empedu:

• Infeksi

• Gangguan darah (anemia sel sabit)

• Empedu mengandung terlalu banyak kolesterol

• Empedu kurang mengandung garam empedu

• Kandung empedu tidak berkontraksi sempurna

Cairan empedu mengandung sejumlah besar kolesterol yang biasanya tetap berbentuk cairan. Jika cairan empedu menjadi jenuh karena kolesterol, maka kolesterol bisa menjadi tidak larut dan membentuk endapan di luar empedu.

Gejala

Gejalanya bisa bersifat akut ataupun kronis, diantaranya:

• Gangguan pencernaan

• Mual

• Muntah

• Gas dalam perut

• Sendawa

• Kolik

• Berkeringat

• Kedinginan

• Suhu badan agak tinggi

• Feses berwarna coklat

Jika batu empedu secara tiba-tiba menyumbat saluran empedu, maka penderita akan merasakan nyeri.

• Nyeri cenderung hilang-timbul dan dikenal sebagai nyeri kolik.

• Lokasi nyeri berlainan, tetapi paling banyak dirasakan di perut atas sebelah kanan dan bisa menjalar ke bahu kanan.

• Penderita seringkali merasakan mual dan muntah.

• Jika terjadi infeksi bersamaan dengan penyumbatan saluran, maka akan timbul demam, menggigil dan sakit kuning (jaundice).

• Biasanya penyumbatan bersifat sementara dan jarang terjadi infeksi.

• Nyeri akibat penyumbatan saluran tidak dapat dibedakan dengan nyeri akibat penyumbatan kandung empedu.

• Penyumbatan menetap pada duktus sistikus menyebabkan terjadinya peradangan kandung empedu (kolesistitis akut).

• Batu empedu yang menyumbat duktus pankreatikus menyebabkan terjadinya peradangan pankreas (pankreatitis), nyeri, jaundice dan mungkin juga infeksi.

• Kadang nyeri yang hilang-timbul kambuh kembali setelah kandung empedu diangkat, nyeri ini mungkin disebabkan oleh adanya batu empedu di dalam saluran empedu

• Nyeri timbul secara perlahan dan mencapai puncaknya, kemudian berkurang secara bertahap. Nyeri bersifat tajam dan hilang-timbul, bisa berlangsung sampai beberapa jam.

Faktor resikonya yang bisa terkena batu empedu:

• usia lanjut

• kegemukan (obesitas)

• diet tinggi lemak

• faktor keturunan.

• Batu empedu lebih banyak ditemukan pada wanita daripada kaum pria 3 : 1

Komplikasi yang mungkin segera terjadi adalah:

• Perdarahan

• Peradangan pankreas (pankreatitis).

• Perforasi atau infeksi saluran empedu.

• Pada 2-6% penderita, saluran menciut kembali dan batu empedu muncul lagi

Komponen utama dari batu empedu adalah kolesterol, sebagian kecil lainnya terbentuk dari garam kalsium. Karena komposisi terbesar batu empedu adalah kolesterol, sebaiknya menghindari makanan berkolesterol tinggi yang pada umumnya berasal dari lemak hewani.

Tips buat penderita batu empedu:

• membatasi makanan berlemak dan memperbanyak makanan berserat

• menurunkan berat badan

• Tidak mengudap sebelum tidur

Tips untuk mencegah terjadinya batu empedu:

• Batasi Jumlah Asupan Lemak

Membatasi jumlah asupan lemak dalam diet sehari-hari dapat mengurangi risiko terjadinya batu empedu.

• Mempertahankan Berat Badan Sehat

Kelebihan berat badan atau obesitas akan mempertinggi risiko terjadinya batu empedu. Olahraga secara teratur dan mempertahankan diet sehat yang seimbang harus menjadi bagian integral dari gaya hidup sehat.

• Hindari Diet Ketat

kehilangan berat badan dengan cepat dapat menyebabkan pembentukan batu empedu.

penurunan berat badan yang sehat adalah sekitar 1 kg dalam seminggu.

* Minum Kopi

Kafein yang terkandung dalam kopi dapat berkontribusi terhadap kontraksi kandung empedu yang dapat mengurangi produksi pembentukan batu empedu.

Namun, kafein yang terkandung dalam minuman bersoda dan teh belum terbukti mampu membantu mencegah terjadinya batu empedu.

• Diet tinggi serat dapat mencegah batu empedu. Mengonsumsi kacang-kacangan seperti kacang tanah, almond, dan kenari sangat baik untuk mencegah tejadinya batu empedu.

• Tindakan pencegahan batu empedu lainnya adalah dengan menurunkan asupan gula dan karbohidrat.

• Makan secara teratur dan tidak melewatkan waktu makan juga penting dalam pencegahan batu empedu.

Empedu Rusak & Batu Pada Usus 12 Jari

Anwar Baringin

Batal Operasi 100 Juta

“…Batu-batu yang tadinya menutup usus 12 jari sudah raib. operasi 100 juta itu pun tak perlu lagi dilakukan”

Manusia berencana, Tuhan menentukan. Ungkapan ini mungkin tepat untuk menggambarkan peristiwa yang menimpa Anwar Baringin. Rencananya, Anwar akan menunaikan ibadah haji pada bulan November 2009 lalu. Ia sudah mempersiapkan diri, namun dua bulan sebelum berangkat, Ia jatuh sakit. Badannya kuning, perutnya bengkak. Sehari-hari Ia mengerang kesakitan. Keluarga pun langsung membawanya ke Dokter penyakit dalam.

Hasil USG memperlihatkan kondisi empedu Anwar yang sudah rusak dan tak lagi berfungsi. Batu-batu di empedu bahkan sudah keluar dan sebagian menutup usus 12 jari. Inilah biang kerok penyebab sakit Anwar. Menurut Dokter, Anwar harus menjalani dua operasi, yaitu penyedotan batu-batu pada usus dua belas jari dan pengangkatan empedu. Untuk menjalani dua operasi ini, Ia harus menyediakan dana minimal Rp. 100 juta. Anwar dan keluarganya tidak langung menyetujui keputusan Dokter.

Mereka memutuskan untuk menimbang-nimbang terlebih dahulu.

Untunglah menantu Anwar, Stephy mendengar tentang TNBB (TAHITIAN NONI® Bioactive Beverage™ – Original) dari temannya. Teman Stephy merekomendasikan TNBB sebagai obat yang telah membantu banyak orang. Pikirnya, tak ada salahnya mencoba. Stephy lalu mulai memberikan TNBB pada mertuanya. Tiap hari, Anwar meminum TNBB tiga kali sehari, masing-masing 60 ml. Selama meminum TNBB, air seni Anwar berubah menjadi keruh.

Sekitar satu bulan kemudian, setelah menghabiskan tiga botol TNBB, kondisi Anwar membaik. Perutnya mengempis, tubuhnya tak lagi berwarna kuning. Ketika di-USG lagi di RS, Dokter yang melihat hasil USG terhean-heran. Medical record Anwar menunjukkan hasil yang jauh berbeda dari sebelumnya. Batu-batu yang tadinya menutup usus dua belas jari sudah raib. Operasi 100 juta itupun tak perlu lagi di lakukan. Anwar dan Stephy berasumsi bahwa batu-batu itu hancur dan keluar lewat air seni Anwar. Pasalnya, air seni Anwar berwarna hitam, keruh dan berpasir selama seminggu. Selama itu, Anwar agak sakit ketika berkemih. Namun setelah itu air seninya normal kembali dan kesehatannya mengalami peningkatan.

Sayangnya, empedu Anwar sudah terlanjur rusak. Namun keluarganya tidak menyerah. Mereka tetap rutin memberikan TNBB pada Anwar, 2 x 30 ml sehari. Meskipun empedunya rusak, namun kondisi tubuhnya terus ditingkatkan dengan TNBB. Stephy menantunya bersyukur atas perubahan Anwar. “Kini kondisi kesehatan mertua saya sangat baik. Sayang sekali, tahun 2009 beliau gagal menunaikan ibadah haji. Tapi melihat kesehatannya, mungkin beliau naik haji tahun depan,” katanya optimis.