Cara Terapi Pengobatan Dan Penyembuhan Kanker Otak

kanker otak

Kanker otak adalah penyakit yang sangat berbahaya hingga berakhir dengan kematian. Selain mematikan, pengobatannya pun menelan biaya yang sangat besar. Kanker otak terjadi ketika suatu massa dari jaringan kanker atau dikenal sebagai tumor otak, mengganggu fungsi otak.

Pada kanker otak, terdapat sel-sel tubuh yang tumbuh secara tidak normal. Dalam penyebarannya, kanker ini sangat menakutkan.

Kanker otak (Tumor otak benigna) adalah pertumbuhan jaringan abnormal di dalam otak, tetapi tidak ganas. Kanker otak (tumor otak maligna) adalah kanker di dalam otak yang berpotenensi menyusup dan menghancurkan jaringan di sebelahnya atau yang telah menyebar (metastase) ke otak dari bagian tubuh lainnya melalui aliran darah.

Untuk kanker otak terbagi atas 4 grade, grade 1 dan 2 belum bisa dikatakan kanker atau masih disebut tumor. Jadi masih besar kemungkinan untuk disembuhkan.Grade 3 & 4 sudah masuk kategori kanker, penyembuhannya sudah sangat sulit. Pada tahap ini pertolongan yang diberikan dokter, biasanya bersifat untuk menekan penyebaran serta memperpanjang kesempatan untuk bertahan.

Otak adalah pusat pengendalian pikiran dan seluruh tubuh. Otak bertanggung jawab atas fungsi pengenalan, emosi, ingatan, dan segala bentuk pembelajaran. Otak juga mengatur sebagian besar gerakan, perilaku, dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Jenis tumor otak yang paling parah salah satunya, “Neuroblastoma”. Kalau tumor ini letaknya di otak besar mungkin gejala yang timbul lambat. Tapi jika tumor ini terletak di otak kecil, maka gejalanya akan cepat terlihat.

10 fakta mengenai kanker otak:

• Paparan radiasi merupakan salah satu penyebab utama dari kanker otak.

• Tidak semua tumor otak merupakan kanker.

• Sejarah keluarga juga memainkan peran yang dominan dalam kanker otak.

• Sakit kepala adalah salah satu gejala yang paling umum, tapi yang paling penting adalah peningkatan progresif dalam intensitas dan frekuensi sakit kepala. Sakit kepala pagi hari adalah salah satu gejala yang khas.

• Jika kanker otak primer, maka donor organ tidak menjadi masalah, tetapi pada kanker otak sekunder pasien mungkin tidak menjadi calon untuk disumbangkan donor.

• Jenis kanker otak yang paling umum ditemui adalah kanker otak sekunder, yaitu kanker yang berasal tubuh bagian lain yang telah mencapai otak.

Kanker otak kedua yang paling umum adalah Gliobalastoma, yang merupakan kanker otak primer.

• Tingkat kelangsungan hidup untuk kanker otak primer (Gliobalastoma) biasanya 10 hingga 12 bulan dengan semua pengobatan termasuk operasi, kemoterapi, dan radioterapi.

Tingkat kelangsungan hidup untuk kanker otak sekunder bervariasi, tergantung pada status dan jenis primer biasanya enam hingga 12 bulan.

• Gejala umum kanker otak adalah sakit kepala semakin meningkat, kejang, defisit neurologis fokal seperti kelemahan tangan atau kaki, masalah bicara, kesulitan berjalan, gangguan penglihatan, perubahan perilaku, dan lain-lain.

• Pilihan pengobatan tergantung pada jenis kanker. Untuk kanker otak primer, operasi merupakan pilihan pengobatan pertama diikuti oleh radioterapi dan kemoterapi.

• Tumor otak juga dapat terjadi pada anak di bawah 20 tahun. Tumor yang sering terjadi pada anak usia lima hingga 10 tahun biasanya kanker.

Penyebab

Penyebabnya bisa satu atau lebih, dan secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori:

Faktor dari dalam

Merupakan faktor yang datang dari dalam diri sendiri. Yang utama adalah faktor keturunan / genetik. Jika ada sanak saudara yang punya riwayat menderita kanker otak, berarti peluang Anda terkena kanker otak lebih besar daripada mereka yang keluarganya tidak ada penderita kanker otak. Faktor kedua yang dapat memicu terjadinya kanker otak adalah riwayat benturan (jika kepala Anda pernah terbentur). Benturan ini dapat menyebabkan trauma pada jaringan otak, sehingga bisa jadi penyebab tumbuhnya jaringan abnormal dalam otak (yang kemudian dapat berkembang menjadi kanker otak).

Faktor dari luar

Merupakan faktor yang datang dari luar tubuh, pada umumnya berupa makanan dan radiasi. Obat-obatan tertentu yang diminum secara terus-menerus berpotensi menyebabkan kanker. Faktor-faktor lainnya:

• Pola hidup yang kurang sehat: misalnya merokok, makanan berlemak, kurang serat, dsb.

• Bahan karsiogenik: minyak goreng yang dipakai berulang-ulang, bahan kimia yang termakan

• Radiasi: paparan radiasi dalam gelombang tertentu dapat memicu berkembangnya sel kanker

faktor lainnya:

– umur : kebanyakan kanker menyerang orang yang berumur di atas 60 tahun

– tembakau

– sinar matahari

– zat-zat kimia

Gejala

Gejala tumor otak yang muncul bisa sangat luas dan beragam karenanya diperlukan pemeriksaan dokter untuk memperkuat diagnosa. Salah satu pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah CT-scan untuk melihat gambaran otak dan struktur di sekitarnya.

gejala kanker otak yang patut Anda waspadai:

• gangguan berbicara

• gangguan pendengaran

• gangguan saraf

• daya penglihatan berkurang

• penurunan kesadaran atau perubahan perilaku

• sakit kepala disertai mual sampai muntah yang menyemprot

• gangguan berjalan / keseimbangan tubuh

• anggota gerak melemah atau kejang

• pada bayi biasanya ubun-ubun besar menonjol

Alhamdulillah, Kanker Otak Teratasi Berkat TNBB

Eka Ferianti

Nama saya Eka Ferianti dari Jakarta. Saya sering merasakan sakit kepala, namun biasanya dapat teratasi dengan minum obat yang dibeli di warung. Pada tanggal 29 Juli 2011 lalu, saya kembali merasakan sakit kepala. Seperti biasa, saya minum obat warung, tetapi kali ini tidak ada perubahan.

Saya bilang sama suami, kok pusingnya tidak mereda juga. Suami saya kemudian melakukan refleksi pada jempol kaki saya. Namun sakitnya malah semakin menjadi-jadi. Saya hanya bisa pasrah karena tidak tahu harus bagaimana lagi. Besok malamnya saya ke dokter dan hanya diberikan obat penenang.

Tanggal 31 Juli, sakit kepala saya kambuh lagi. Kali ini minta ampun sakitnya, rasanya seperti kepala ditekan keras sampai saya tidak kuat menahannya. Akhirnya keesokan harinya (1 Agustus 2011) saya melakukan CT Scan pada kepala sesuai rekomendasi dokter. Berdasarkan hasil CT Scan, saya divonis terkena kanker otak dengan diameter 3 cm. Kanker yang tadinya berada di sebelah kiri depan kepala saya, kini sudah mulai menyebar ke area otak sebelah kanan.

Masya Allah, saya bagaikan terkena petir di siang hari. Saya dan suami berusaha untuk sabar dan tenang. Lalu kami bercerita kepada orang tua tentang keadaan saya, dan informasi keadaan saya diteruskan kepada tante saya yang sudah lebih dulu meminum TNBB. Selanjutnya saya dibawa oleh tante ke kantor. Ketika pertama kali kesana, kondisi saya sudah tidak ada keseimbangan untuk berdiri, syaraf mata sudah sakit, kuping berdengung dan terasa panas.

Selanjutnya saya dianjurkan oleh di kantor untuk minum TNBB 1 sloki (30 ml) setiap 1 jam, dan harus mematuhi banyak pantangan makanan. Ternyata dosis tersebut tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan pada 1 minggu pertama. Saya mulai panik. Lalu suami berkonsultasi kembali.

Akhirnya dosisnya dinaikkan menjadi 100 ml per 3 jam. Pada pelaksanaannya saya justru minum 200 ml per 3 jam. Hasilnya sangat luar biasa, saya mengalami detoks yang bervariasi. Dalam sehari saya bisa muntah beberapa kali dan air besar saya saya berwarna hitam pekat. Sempat saya patah arang tidak mau minum TNBB lagi karena efek detoks yang terlalu kuat. Untungnya saya dikelilingi oleh orang-orang yang sabar dan mau memberi pengertian pada saya maka saya lanjutkan mengonsumsi TNBB karena saya ingin berjuang dan menemani orang-orang yang saya kasihi, saya tidak ingin membuat mereka bersedih.

Setelah 2 bulan mengonsumsi TNBB, Alhamdulillah membuahkan hasil. Keseimbangan saya sudah normal kembali, kuping sudah tidak lagi berdengung, dan syaraf mata kembali normal. Saya mulai bisa beraktivitas kembali seperti biasa. Dan di bulan ke 3, saya bisa kembali masuk kerja.

Kami sungguh tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya bila kami tidak mengenal TNBB ini, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk operasi,kemoterapi, dan sebagainya. Alhamdulillah Allah mengirimkan pertolongannya melalui TNBB. Semua penyakit pasti ada obatnya, asalkan kita yakin Allah SWT selalu bersama kita. Kita harus punya semangat optimis yang tinggi dalam menghadapinya.

Dwienta Agnestiasari

TUMOR OTAK

Dwienta Agnestiasari, 17 tahun, menderita tumor otak sejak usia 7 tahun. Operasi yang dijalani malah membuatnya lumpuh dan hilangnya penglihatan. Hampir tujuh tahun ia tergolek lemah di pembaringan. Dokter bahkan memprediksi kemungkinan hidupnya tinggal 10 persen.

Mei silam, ia mulai diminumkan Tahitian Noni™ Juice. Pada sloki yang pertama, ia merasa sakit luarbiasa. Pada botol kesepuluh, ia mulai bisa berjalan. Meski mata belum bisa fokus, tapi sudah bisa melihat warna. “Aku bisa melihat!” kata Dwienta, ketika matanya mulai mengenali warna dan cahaya. Kegembiraan yang tak terperikan.