Faktor Yang Mempengaruhi Kanker Leher Rahim

rahim-1Fator-faktor resiko yang mempengaruhi adanya kanker leher rahim adalah sebagai pemicu tumbuhnya sel tidak normal. Menurut Baird (1991) beberapa faktor predisposisi kanker serviks ada tiga faktor yaitu faktor individu, faktor resiko dan faktor pasangan laki-laki. Di bawah ini akan kita jelaskan satu persatu apa saja faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kanker leher rahim.

  • Faktor resikoAda beberapa penelitian yang menyimpulkan bahwa defisiensi asam folat dapat meningkatkan risiko terjadinya displasia ringan dan sedang. Makanan yang mungkin juga meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks pada wanita adalah makanan yang rendah: Beta karoten, Retinol (vitamin A), Vitamin C, Vitamin E.

    Sedangkan makanan yang dapat berkhasiat dalam pencegahan kanker adalah bahan-bahan antioksidan seperti: advokat, brokoli,kol, wortel, jeruk anggur,bawang, bayam, tomat. Vitamin E, vitamin C dan beta karoten juga mempunyai khasiat antioksidan yang kuat. Antioksidan merupakan bahan yang dapat melindungi DNA/RNA terhadap pengaruh buruk radikal bebas yang terbentuk akibat oksidasi karsinogen bahan kimia. Sumber dari vitamin E adalah banyak terdapat dalam minyak nabati (kedelai, jagung, biji-bijian dan kacang-kacangan). Sedangkan vitamin C banyak terdapat dalam sayur-sayuran dan buah-buahan.

  • Ganguan Sistem Kekebalanwanita yang terkena gangguan kekebalan tubuh atau kondisi imunosupresi (penurunan kekebalan tubuh dapat terjadi peningkatan terjadinya kanker leher rahim. pada wanita imunokompromise (penurunan kekebalan tubuh) seperti transplantasi ginjal dan HIV dapat mengaksererasi (mempercepat)pertumbuhan sel kanker dari noninvasif menjadi invasif (tidak ganas menjadi ganas).
  • Pemakaian KonbasepsiPenggunaan kontrasepsi pil dalam jangka waktu lama (5 tahun atau lebih) meningkatkan risiko kanker leher rahim sebanyak 2 kali. Mengapa pil KB dapat memberikan efek negatif untuk kanker reher rahim? Mengapa tugas pil KB adalah mencegah kehamilan dengan cara menghentikan ovurasi dan menjaga kekentalan lendir servikal sehingga tidak dilalui sperma.