Pengobatan Kanker Paru-paru Tanpa Efek Samping

Pengobatan Kanker Paru-paru tanpa efek samping adalah yang terbaik dilakukan, namun persoalan utama adalah terletak pada “Adakah Pengobatan Kanker Paru-paru tanpa Efek Samping”. Jika anda bertanya pada dokter Anda maka jawaban yang di berikan akan bertolak dari harapan anda. Dapat dipastikan pengobatan yang selama ini dilakukan oleh para dokter di rumah sakit memiliki efek samping.

Perlu anda ketahui bahwa pengobatan kanker paru-paru stadium lanjut (III dan IV) bukanlah bertujuan untuk menyembuhkan, tujuan dari pengobatan adalah untuk memperpanjang usia antara 2 sampai 3 tahun. Belum lagi efek dari pengobatan yang menyakitkan sehingga timbul stigma tentang perlakuan terhadap pasien “disakiti lebih dulu sebelum akhirnya meninggal”.

Sebenarnya alam dengan aneka hayatinya telah menyediakan tanaman obat untuk berbagai penyakit. Salah satu yang saat ini paling banyak di bicarakan di dunia adalah buah Noni dari jenis Morinda  Citrifolia. Riset tentang Noni sampai saat ini masih terus dilakukan. Temuan manfaat yang menakjubkan di sepanjang riset semakin  diketahui, sehingga semakin memantapkan Noni sebagai tanaman obat yang tidak bisa dipandang ringan.

Mengenai kandungan anti kankernya juga tidak bisa diragukan, di bawah ini adalah kandungan anti kanker TNBB seperti yang telah di sampaikan oleh dr. Mawardi:

  1. Iridoid

Iridoid (asam asperulosida) kandungan bioaktif anti kanker, di mana mampu bekerja pada tahap genetik, melalui inhibisi transformasi sel kanker, menghambat metabolisme zat karsinogenik perusak DNA, yaitu zat DMBA-DNA addcut. Mekanisme ini juga disebut sebagai mekanisme memperbaiki sistem enzim DNA. Melalui mekanisme ini , Iridoid mencegah, menghambat sekaligus memperbaiki kerusakan DNA melalui regenerasi sel tubuh.

Penemuan baru tentang mekanisme kerja iridoid dalam menhambat tumorgenesis disampaikan oleh Dr. Il Moo Dong di Amerika di acara Internasional Iridoid Rsearch Symposium pada bulan Agustus 2011. Disampaikan bahwa iridoid bekerja menghambat kerja STAT 3 (Signal Tranducer and Activation Transcription). Pembentukan sel kanker tidak akan terjadi kerja STAT3 dihambat.

  1. Polysacarida

Polysacarida dalam berbagai riset telah dikenal sebagai efek antikanker. Cara kerja polysacarida dalam menghambat sel kanker yaitu dengan menghambat molekulnya. Daya hambat polysacarida terhadap molekul kanker sangat kuat. Plysacarida merupakan molekul besar dengan daya hambatnya yang kuat membuat tidak stabilnya interaksi unsur glucosaminoglycan dengan protein. Akibatnya kemampuan selkanker dalam bermetastasis menjadi lemah.

  1. Anthraquinon

Khasiat anthraquinon adalah anti bacteri, anti parasit, anti radang, dan antikanker serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Anthraquinon yang banyak ditemukan di dalam TNBB adalah  Damnacantal, itu adalah zat yang memiliki Efek Menghambat Sel Tumor. Alizarin adalah anthraquinon lainnya yang ditemukan dalam TNBB, Alizarin mempunyai efek menghentikan asupan nutrisi ke sel tumor. Dengan alasan inilah para peneliti berpendapat bahwa efek anti kanker dari anthraquinon adalah sangat kuat.

  1. Monoterpene

Monoterpen juga berfungsi sebagai anti kanker yang kuat. Mekanisme peterpen dalam menghambat sel kanker adalah dengan  cara menghambat Isoprenylasi Protein G sel kanker, pembelahan sel dihambat  dan menginduksi apoptosis. Sangat baik untuk pengobatan kanker stadium awal maupun stadium lanjut. Pertumbuhan sel kanker baik stadium awal maupun stadium lanjut dihambat oleh monoterpen.

  1. Tepenoid

Golongan Terpenoid dalamTNBB adalah beta-carotene, eugenol, dan ursolic Acid. Beta-carotene  bersifat menghambat sel kanker paru, serviks, saluran napas, kulit, prostat, dan saluran pencernaan.

  1. Ursolic  Acid

Bioaktif Ursolic Acid memiliki efek anti kanker dan anti inflamasi.

  1. Menghambat Angiogenesis

Proses yang sangat penting bagi sel kanker adalah abiogenesis. Angiogenesi bagi sel kanker merupakan media pasokan nutrisi agar sel kanker tumbuh dengan cepat dimana pembuluh darah baru tercipta. Akibatnya sel endothel tercipta kian banyak. Sebagaimana diketahui sel endothil inilah yang yang mensekresi faktor pertumbuhan sel kanker dan juga sebagai sarana sel kanker bermetastasis.

Adalah logis jika tujuan pengobatan adalah menghambat abiogenesis. Sedangkan TNBB memiliki efek Angiogenesis yang sangat kuat.

  1. Epigallokatesing (EGCg)

EGcg adalah antiangiogenesis paling kuat dalam sel kanker. Cara kerja abiogenesis adalah dengan cara Memblokir Reseptor Perintah Pembentukan Pembuluh Darah Baru, dengan demikian proses inflamasi tidak terbentuk.

TNBB mengandung Bluberry sebesar 10 %. Dari kandungan itu terdapat antiosinidin dan proantosianidin, yaitu zat bioaktif yang berfungsi memaksa sel kanker menjalankan bunuh diri.

  1. Mengaktifkan EnzimGlucopyroinase

Sel kanker bersifat tumbuh progresif, invasi, infitratif, dan destruktif terhadapa jaringan sekitarnya. Sel kanker dikatakan telah terjadi invasi jika sel-sel kanker tersebut tumbuh dan menembus jaringan sekitarnya. Sedangkan jika sel kanker terus tumbuh secara ganas menyebar di tempat yang baru maka di sebut sebagai tumor metastasis atau juga disebut tumor sekunder.

Kadar Ca yang terkandung dalam TNBB dapat mencegah pose metastasis sel-sel kanker. Mekanisme Ca adalah menghambat pelepasan sel kanker dari sel induk.

  1. Mengaktifkan MMPs , yaitu Inhibitor Penghambat Enzim Metaloproteinase membuat matriks tidak dapat rusak.
  2. Meningkatkan Aktifitas Sel Natural Killer

Matriks Extra Celluler berhasil dijebol oleh sel-sel kanker yang bermetastasis di mana kemudian menembus kelenjar getah bening dan pembulu darah. Secara alami sel natura killer dalam pembulu darah mengadakan perlawanan. Seiring dengan meningkatnya sel Natural killer, maka sel kanker apa dibunuh.

  1. Menetralkan pH tubuh, Memulihkan Fungsi dan Struktur Sel

Konsep penyakit terkini tentang penyebab timbulnya kanker adalah terjadinya peradangan kronis yang diakibatkan oleh aktifasi transkrip NFkb di tingkat Gen sebagai akibat  faktor-faktor karsinogen. Penyakit kanker bersifat merusak sel kanker, terutama sistem imun dan faktor pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkontrol.