Kisah Penderita Kanker

Kisah Penderita Kanker

Sandra

sandra-leukimia-dan-kanker-kelenjar-getah-bening-1Akhir Derita Selama Empat Tahun

KECERIAAN menyeruak dari raut wajah seorang bocah yang selama hampir empat tahun hidup dengan kegetiran menghadapi penyakit yang mengerikan. Dia adalah Sandra, anak dari Ranie D. Garnadi. Demam berkepanjan-an menjadi awal dari penyakit yang diderita Sandra. Hasil laboratorium tidak mengindikasikan Sandra terkena Lupus, sedangkan unutk Leukimia, Ranie tidak sempat memeriksakan-nya. Setelah sepuluh bulan perawatan, kondisi Sandra membaik.

Tapi pada 15 Mei 2006, Sandra jatuh sakit lagi. Diawali dengan flu lalu demam yang berkepanjangan, hingga anemia (HB mencapai 5,90, leukosit tinggi dan berbagai gejala tidak mormal lainnya, membuat Sandra harus diopname selama 10 hari di rumah sakit dan menjalani transfusi darah karena anemianya sudah kronis, diagnosa rumah sakit juga menyatakan bahwa ada pembengkakan jantung yang merupakan imbas dari anemia kronis tersebut.

Derita hebat yang di alami Sandra membuat gadis kecil ini, tak dapat berjalan. Dokter menyarankan Sandra dibawa ke ahli tulang anak untuk fisioterapi. Sandra juga diperiksa dengan CT Scan di bagian Thorax dan Abdomen, serta Biopsi, dari pemeriksaan diketahui bahwa Sandra menderita Leukimia dan kanker kelenjar getah bening atau Limfoma Malignum stadium 4.

Jalan satu-satunya untuk sembuh adalah operasi mengangkat tumor, kemoterapi dan radiasi. Karena kendala faktor fisik dan psikis, Ranie mencari pengobatan alternatif non medis.

Ia lalu bertemu TAHITIAN NONI® Bioactive Beverage™ (TNBB) dan Sandra mulai meminum TNBB sejak 20 Juni 2006. Empat bulan kemudian, Sandra sudah bisa duduk. Panas tubuhnya menurun. nafsu makannya meningkat. Perubahan kesehatan Sandra sangat drastis, hingga akhirnya si Kecil itu dapat berlari dengan ceria, sejak Februari 2007 lalu.

“Hatiku menangis haru, sambil berucap syukur atas karunia sehat yang diberikan Allah SWT melalui TNBB,” kata Ranie.

 

Eka Ferianti

eka-ferianti-kanker-otakNama saya Eka Ferianti dari Jakarta. Saya sering merasakan sakit kepala, namun biasanya dapat teratasi dengan minum obat yang dibeli di warung. Pada tanggal 29 Juli 2011 lalu, saya kembali merasakan sakit kepala. Seperti biasa, saya minum obat warung, tetapi kali ini tidak ada perubahan.

Saya bilang sama suami, kok pusingnya tidak mereda juga. Suami saya kemudian melakukan refleksi pada jempol kaki saya. Namun sakitnya malah semakin menjadi-jadi. Saya hanya bisa pasrah karena tidak tahu harus bagaimana lagi. Besok malamnya saya ke dokter dan hanya diberikan obat penenang.

Tanggal 31 Juli, sakit kepala saya kambuh lagi. Kali ini minta ampun sakitnya, rasanya seperti kepala ditekan keras sampai saya tidak kuat menahannya. Akhirnya keesokan harinya (1 Agustus 2011) saya melakukan CT Scan pada kepala sesuai rekomendasi dokter. Berdasarkan hasil CT Scan, saya divonis terkena kanker otak dengan diameter 3 cm. Kanker yang tadinya berada di sebelah kiri depan kepala saya, kini sudah mulai menyebar ke area otak sebelah kanan.

Masya Allah, saya bagaikan terkena petir di siang hari. Saya dan suami berusaha untuk sabar dan tenang. Lalu kami bercerita kepada orang tua tentang keadaan saya, dan informasi keadaan saya diteruskan kepada tante saya yang sudah lebih dulu meminum TNBB. Selanjutnya saya dibawa oleh tante ke kantor. Ketika pertama kali kesana, kondisi saya sudah tidak ada keseimbangan untuk berdiri, syaraf mata sudah sakit, kuping berdengung dan terasa panas.

Selanjutnya saya dianjurkan oleh di kantor untuk minum TNBB 1 sloki (30 ml) setiap 1 jam, dan harus mematuhi banyak pantangan makanan. Ternyata dosis tersebut tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan pada 1 minggu pertama. Saya mulai panik. Lalu suami berkonsultasi kembali.

Akhirnya dosisnya dinaikkan menjadi 100 ml per 3 jam. Pada pelaksanaannya saya justru minum 200 ml per 3 jam. Hasilnya sangat luar biasa, saya mengalami detoks yang bervariasi. Dalam sehari saya bisa muntah beberapa kali dan air besar saya saya berwarna hitam pekat. Sempat saya patah arang tidak mau minum TNBB lagi karena efek detoks yang terlalu kuat. Untungnya saya dikelilingi oleh orang-orang yang sabar dan mau memberi pengertian pada saya maka saya lanjutkan mengonsumsi TNBB karena saya ingin berjuang dan menemani orang-orang yang saya kasihi, saya tidak ingin membuat mereka bersedih.

Setelah 2 bulan mengonsumsi TNBB, Alhamdulillah membuahkan hasil. Keseimbangan saya sudah normal kembali, kuping sudah tidak lagi berdengung, dan syaraf mata kembali normal. Saya mulai bisa beraktivitas kembali seperti biasa. Dan di bulan ke 3, saya bisa kembali masuk kerja.

Kami sungguh tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya bila kami tidak mengenal TNBB ini, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk operasi,kemoterapi, dan sebagainya. Alhamdulillah Allah mengirimkan pertolongannya melalui TNBB. Semua penyakit pasti ada obatnya, asalkan kita yakin Allah SWT selalu bersama kita. Kita harus punya semangat optimis yang tinggi dalam menghadapinya.

Dwienta Agnestiasari

TUMOR OTAK

dwineta agnestiasari dan tumor otakDwienta Agnestiasari, 17 tahun, menderita tumor otak sejak usia 7 tahun. Operasi yang dijalani malah membuatnya lumpuh dan hilangnya penglihatan. Hampir tujuh tahun ia tergolek lemah di pembaringan. Dokter bahkan memprediksi kemungkinan hidupnya tinggal 10 persen.

Mei silam, ia mulai diminumkan Tahitian Noni™ Juice. Pada sloki yang pertama, ia merasa sakit luarbiasa. Pada botol kesepuluh, ia mulai bisa berjalan. Meski mata belum bisa fokus, tapi sudah bisa melihat warna. “Aku bisa melihat!” kata Dwienta, ketika matanya mulai mengenali warna dan cahaya. Kegembiraan yang tak terperikan.

Paulus Maria Bagus

paulus-maria-bagus-kanker-darah-leukimiaTNBB Perpanjangan Tangan Tuhan

“Berat badan menyusut drastis. Saat periksa darah, leukosit saya berada di atas ambang normal. Saya divonis mengidap Leukimia.”

NAMA SAYA Paulus Maria bagus.

Saya memiliki cerita, seputar pengalaman memerangi Leukimia yang saya derita sejak 2005 silam. Doa saya selama tiga tahun yang mengharapkan agar Tuhan YME, menyembuhkan penyakit Leukimia, akhirnya terjawab. TNBB menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam pemberian berkat dan kesehatan bagi saya.

Ceritanya berawal pada bulan Agustus 2005. Saya merasa heran terhadap penyusutan berat badan saya. Lemas dan kurang nafsu makan menjadi pelengkap penderitaan saya. Anehnya saya tidak merasakan sakit di tubuh atau organ dalam saya. Merasa aneh, saya memeriksakan darah saya ke laboratorium, pada 6 september 2005. Sore hari saya mengambil hasil laboratorium tes darah saya. Betapa kagetnya saat saya membaca bahwa Leukosit saya berada di angka 22.222, yang seharusnya normalnya berada dikisaran 4.000-10.000.

Saat itu menjadi momentum terberat bagi saya. Saya memutuskan untuk berobat secara medis. Menutur dokter penyakit saya bisa disembuhkan, dengan catatan meminum obat setiap hari seumur hidup. Bayangkan saya harus minum obat yang sebutirnya seharga 250.000,- dan saya harus meminumnya sehari kali.

Suatu hari saat diadakan reuni jemaat pasca kepergian ke Israel, ada seorang jemaat yang menilai wajah saya semakin pucat dan badan terlihat kurus. Akhirnya saya ceritakan mengenai penyakit saya. Kemudian ia memberikan sebotol TNBB untuk dikonsumsi dan mengatasi masalah kesehatan saya. Dengan dosis 1 x 30cc sehari dan dibarengi dengan konsumsi obat medis, saya merasakan perubahan dalam tubuh saya.

Hasil laboratorium saya kembali normal dan membaik. Stamina prima, dan nafsu makan meningkat. Saya yakin Bahwa TNBB merupakan perpanjangan tangan Tuhan dan kesembuhan saya. Saya sarankan TNBB menjadi alternatif solusi masalah kesehatan yang bisa diandalkan.

Ratna Monoarfa (61 Tahun)

ratna-monoarka-kanker-payudaraHindari Operasi

“Saya terpaksa menahan rasa sakit di payudara karena tidak ingin operasi. Alhamdulillah ada seorang rekan yang mengenalkan saya pada TNBB.”

Sebenarnya Ratna pernah mengalami operasi pengangkatan tumor payudara di usia remaja. Pasca operasi, Ratna menjalani hidup tanpa mengkhawatirkan tumor tersebut datang lagi. Karena menurutnya ia akan baik-baik saja. Minimnya informasi tentang pola hidup yang bisa memicu tumor payudaranya datang kembalipun tidak ia miliki, dan kalaupun pernah ia menerima informasi tersebut, maka ia akan mengindahkan dan dan tak memperdulikannya. “Itulah kesalahan terbesar saya,” aku Ratna.

Namun berkat TNBB, kini tumor payudara yang sudah berubah menjadi kanker payudara berangsur-angsur membaik. TNBB ia percayakan untuk menggempur masalah kesehatannya tersebut. Ratna mengetahui keberadaan kankernya tersebut kira-kira empat tahun lalu. Saat mengantarkan kerabatnya berobat, ia pun ikut mengecek kesehatannya. “Saat itu tiba-tiba saya minta diperiksa oleh dokter di sebuah rumah sakit di Surabaya, saya minta di lakukan pemeriksaan payudara karena, puting saya saat itu masuk kedalam. Dan secara positif Dokter memvonis bahwa saya mengalami kanker payudara,” ceritanya.

Langkah medis di lakukan dan sudah pasti berujung pada keputusan dilakukannya operasi. Bahkan Ratna yang juga memeriksakan dirinya di rumah sakit mengatakan bahwa operasi merupakan jalan satu-satunya untuk kesembuhan Ratna. Merasa takut, Ratna mencoba berbagai pengobatan alternatif, mulai dari akupunktur sampai mengonsumsi jamu-jamuan tradisional. “Saya terpaksa menahan rasa sakit di payudara karena tidak ingin operasi. Alhamdulillah ada seorang rekan yang mengenalkan saya pada TNBB. Dengan dosis 3x15cc. “Efek positif yang dihasilkan pasca mengonsumsi TNBB adalah penyakit insomnia yang telah dialami Ratana bertahun-tahun hilang. ” Saya biasa tidur diatas jam 12 malam, sekarang jam 10 malampun sudah bisa tidur,” jelasnya.

Setelah beberapa minggu, benjolan di sekitar payudara Ratna mengempis. Dan rasa sakitnya berangsur hilang. “Saya bersyukur keapada Allah SWT bahwa segala ikhtiar akan berujung kebaikan dari-NYA. Termasuk TNBB yang dilimpahkan Allah SWT kepada saya sebagai mediasi kesembuhan atas sakit yang saya alami. Dan sebagai bentuk syukur saya, saya ceritakan pengalaman ini melalui testimoni ini. Semoga bermanfaat.”

PENGALAMAN LAINNYA:

rani-ambasari-monoarka-kanker-payudaraRani Ambasari (28 Tahun)

Semua Ciptaan Tuhan Pasti Bermanfaat

“Saya yakin, apapun ciptaan Tuhan pasti ada manfaatnya dan buah Noni adalah salah satunya”

MENEMUKAN benjolan sebesar bakso (kecil) di payudara tentu hal yang menakutkan bagi seorang wanita. Itulah yang dialami oleh Rani. Saat itu, tahun 2007, ia bahkan baru berusia 24 tahun. Hasil USG menunjukkan benjolan itu cuma tumor jinak. Meskipun tak berbahaya, tumor itu harus diangkat. Setelah operasi di lakukan, tumor lalu diperiksa. Menurut pemeriksaan patologi, tumor itu ternyata ganas. Rani disarankan untuk menjalani radioterapi atau penyinaran untuk menuntaskan sel-sel kanker dalam tubuhnya. “Saya enggan disinar karena takut efek sampingnya kulit gosong dan hitam. Radioterapi memang mematikan sel kanker, tapi sel-sel sehat juga ikut mati. Saya lalu mencari second opinion ke lima dokter. Namun semuanya berpendapat sama,” tutur Rani.

Rani lalu menunda radioterapi hingga setahun, tapi ucapan Dokter terus menghantuinya. Akhirnya, pada tahun 2008, ia menjalani 30 kali radioterapi selam 2,5 bulan. Tiga bulan setelah paket radioterapinya selesai, hasil tes darah Ca15-3 cukup baik. Penanda kankernya menunjukkan angka sembilan (rujukannya tidak boleh melebihi 28). Rani pun puas.

Namun tiga bulan kemudian, ketika melakukan tes darah Ca15-3 lagi, ia mendapat kabar buruk. “Rani, penanda tumormu naik jadi 14. Ada kemungkinan benjolanmu akan muncul lagi,” karta Dokter. Rani lalu disuruh menjalani enam kali radioterapi, tapi lagi-lagi Rani menolak karena ngeri pada efek sampingnya.

Tiga bulan setelah itu, Rani jatuh sakit. Ia demam tinggi selama sebulan penuh, kepala sebelah kanannya pusing seperti ditusuk-tusuk. Puncaknya Ia anfal, lemah terbaring di ranjang, tak bisa jalan dan tak ada makanan yang bisa masuk ke tubuh. Ia dirawat di rumah sakit selama seminggu penuh. Ternyata penanda kankernya sudah mencapai angka 25.

Karena tak kunjung ada perubahan, Rani keluar rumah sakit dengan dongkol. Ia juga tak mau minum obat-obatan medis lagi. Ia sudah lelah harus minum obat selama sakit. Saat itulah, Seorang teman mengiriminya TNBB (TAHITIAN NONI® Bioactive Beverage™ – original). Awalnya Rani menolak karena sudah merasa putus asa. Tapi lama-lama Ia tertarik karena TNBB berbentuk jus, bukan tablet seperti yang biasa diminumnya. “Tadinya saya hanya berniat menyembuhkan jerawat-jerawat di wajah. Saya minum TNBB empat kali sehari, setiap minum 60 ml.”

Alangkah terkejutnya Rani setelah tiga bulan mengonsumsi TNBB, penanda tumornya turun menjadi 17. Pada bulan kesembilan, penanda tumornya bahkan sudah mencapai titik aman, 9. “Sekarang saya segar bugar, walaupun banyak pekerjaan. Tak pernah jatuh sakit lagi. Hingga kini, saya terus meminum TNBB. TNBB itu terbuat dari buah noni, ciptaan Tuhan. Saya yakin, apapun ciptaan Tuhan pasti ada manfaatnya.”

PENGALAMAN LAINNYA:

Dr. Sri Purwaningsih

dr-sri-purwaningsih-kanker-payudaraTNBB Memaksimalkan Terapi Medis

“Stabilitas tubuh terus membaik dari hari ke hari.”

Sudah hampir tiga tahu dr. Sri purwaningsih atau yang akrab dengan panggilan dr. Pur berjuang melawan kanker. Awalnya pada akhir tahun 2005, dr. Pur merasakan ada benjolan di ligkar payudaranya. Kecurigaannya bahwa itu adalah sebuah kanker pun ternyata terbuat setelah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan.

Satu-satunya jalan mengobatinya adalah kemoterapi. Selama hampir enam bulan sejak Januari 2006 hingga Juni 2006, dr. Pur menjalani kemoterapi hingga enam kali setiap empat minggu sekali. “Efek kemoterapilah yang membuat saya tersiksa. Bayangkan selama dua minggu lebih saya mual dan muntah, belum lagi rambut yang rontok dan kulit yang mengering,” ujar dr. Pur.

Bahkan dr.Pur juga merasakan cairan yang ada pada sendi-sendinya mengering sehingga setiap pergerakkan tubuhnya disertai rasa sakit yang luar biasa. “Sayang sekali saya baru dikenalkan TNBB pada akhir Maret 2009 lalu padahal setelah saya meminum dengan dosis 2 x 100cc tubuh saya terasa nyaman,” terang dr. Pur yang kondisi kesehatan dan staminanya bertambah baik setiap harinya.

Rutinitas dr. Pur mengkonsumsi TNBB berbuah manis. Pertengahan tahun April lalu, saat memeriksakan diri ke RSCM, tidak ditemui adanya kanker lagi. “Hasil pemeriksaan yang negatif terhadap semua tanda kanker, membuat saya semangat berbagi resep kepada teman-teman yang masih mengalami hal serupa dengan saya.” imbuhnya.

Kini, dr.Pur merasakan stabilitas tubuh terus membaik dari hari ke hari. “TNBB tidak hanya membuat istirahat saya dan nafsu makan saya membaik, namun segala fungsi kerja organ saya diperbaiki. Buktinya saya tidak lagi merasakan hal-hal yang janggal pada diri saya. Terima kasih TNBB.”

PENGALAMAN LAINNYA:

Sembuh Dari Sakit Kanker Payudara

Siswati

siswati-kanker-payudaraPada bulan Februari 2011 seperti biasa saya melakukan pemeriksaan dan menyadari ada benjolan pada payudara sebelah kanan. Lalu saya pergi ke salah satu rumah sakit untuk ditindaklanjuti. Pada tanggal 4 Juli 2011 dilakukan USG dan Mamografi dan hasilnya adalah kista kompleks. Berdasarkan anjuran dokter, saya akhirnya mengambil keputusan untuk operasi.

Tanggal 20 Juli 2011 saya mendapatkan hasil laboratorium ternyata hasilnya Medullary Carcinoma Mammae. Dengan hasil yang didapat seperti itu saya langsung stres dan bingung. Dokter berusaha menenangkan hati saya dan menjelaskan bahwa Medullary Carcinoma Mammae adalah Cancer yang relatif aman karena batas-batasnya terlihat jelas dan Medullary Carcinoma Mammae itu jarang terjadi di Indonesia dan banyak terjadi di Jepang. Untuk jenis Medullary Carcinoma Mammae lebih lama penyebaran dibandingkan jenis kanker payudara lainnya. Apapun itu namanya saya harus tetap waspada. Saya tahu TNBB karena sebelumnya suami saya sembuh dari syaraf kejepit karena minum TNBB. Dan akhirnya saya minum TNBB juga.

Setiap 2 jam sekali 30 cc. Pada hari berikutnya setelah saya minum Noni terjadi mujizat yang luar biasa. Dari hasil laboratorium tidak ditemukan sel tumor dan sel ganas lagi dan tidak dilanjutkan Imunohistokimia pada Estrogen/Progesteron Reseptor. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan berkat TNBB saya bebas dari penyakit kanker. Dan bukan itu saja, saya juga sembuh dari sakit Batu Empedu dan Pengapuran pada jantung yang sudah lama ada pada diri saya. Sehingga sampai hari ini, saya dan keluarga minum TNBB untuk pencegahan dari sakit dan menjaga kondisi tetap bugar.

Setelah melalui proses yang sangat panjang akhirnya saya menjaga pola hidup dan mengubah pola makan, memperbanyak makan sayur dan buah. Yang sangat penting, saya kini menghindari makanan olahan dengan proses dibakar karena dapat memicu sel kanker serta olah raga teratur.

Keyla Diandra (28 Tahun)

keyla-diandra-kanker-sumsum-tulang-belakangPunya Tulang Lagi

“Ketika check up ke dokter, sel-sel kankernya tak terlihat lagi, sel-sel baik di tubuhnya meningkat drastis menjadi 70%”

MUNGKIN tak banyak orang yang mengalami apa yang di alami oleh Keyla. Pada tahun 2008 lalu, ia tiba-tiba pingsan setelah terantuk (semacam) polisi tidur. Keyla merasa kakinya merasa teramat ngilu, lalu tiba-tiba tak sadarkan diri. Ia koma seminggu penuh dan harus di rawat di rumah sakit sejak Oktober sampai Desember 2008. Selama terbaring, Keyla tak bisa mengangkat tangan dan kakinya. Sekujur badannya lemah tak berdaya. Ia bisa bicara, tapi hanya sepatah dua patah kata yang keluar dari mulutnya.

Diagnosa awal dokter, Keyla menderita anemiaplastic, keadaan di mana sel darah merah dalam tubuh tidak berfungsi, sehingga sel darah putih menjadi lebih dominan. Akibatnya, Keyla seperti orang anemia yang lemah dan mudah pingsan, hanya keadaanya jauh lebih parah. Penyakit ini muncul ketika Keyla dalam kondisi tubuh yang drop karena lelah bekerja.

Beberapa waktu kemudian, diagnosa ini berubah. Keyla divonis mengidap kanker sumsum tulang belakang. Menurut hasil pemeriksaan, sel-sel baik dalam tubuhnya tinggla 30% lagi, sedangkan 70% sisanya sudah rusak. Karena kondisinya tak kunjung membaik, keluarga memutuskan agar Keyla dipulangkan dan dirawat di rumah saja. Keadaannya masih parah. Ia tak bisa berjalan tegap. Terantuk meja atau kursi atau meja bisa membuatnya lemas seketika. “Saya seperti tak punya tulang,” ucap Keyla.

Ayahnya lalu memutuskan untuk mencoba memberikan TNBB (TAHITIAN NONI® Bioactive Beverage™ – Original) pada Keyla. Keyla pun mulai meminum TNBB empat kali sehari, masing-masing dalam dosis 60 ml. “Tiga jam setelah minum TNBB, saya pusing, berkeringat dingin dan muntah-muntah. Rasanya seperti akan pingsan,” kenang Keyla. Ayahnya panik dan segera mencari info. “Ternyata itu memang reaksi normal. Karena itu saya tetap meneruskan minum TNBB. Apapun akan saya lakukan untuk bisa sembuh.”

Seminggu setelah rutin meminum TNBB Keyla merasa jauh lebih sehat. Untuk pertama kalinya setelah berbula-bulan, ia segar bugar, tubuhnya pun ‘bertulang’ lagi alias kembali kuat. Debar-debar jantungnya yang sebelumnya begitu hebat ini mereda. Sebulan setelah itu, tepatnya Maret 2009, kondisi Keyla sudah normal kembali. Ia bahkan sudah bisa bekerja lagi. Ketika check up ke dokter, sel-sel kankernya tak terlihat lagi. Sel-sel baik di tubuhnya meningkat drastis menjadi 705. Bahkan ketika melakukan medical check up sebagai syarat melamar ke sebuah bank, hasil lab menunjukkan Keyla sehat. Tak terdeteksi satu penyakitpun dalam tubuhnya.

Hingga kini, kondisi Keyla terus terjaga. Ia masih tetap meminum TNBB, sedikitnya satu kali dalam sehari. “Saya amat bersyukur, tentu saja yang menyembuhkan saya adalah Tuhan. Namun TNBB juga menjadi semacam sugesti bagi saya. Kalau kita percaya bahwa sesuatu akan menjadi media penyembuh, kita pasti akan sembuh.”

Andriani Wulandari

tn-bb.comKanker Serviks – Kanker Rahim

Akibat kanker ganas, dokter memeperkirakan usia hidupnya tinggal 3-5 tahun. Puji Tuhan, khasiat TAHITIAN NONI™ juice terasa dibotol ketiga. Puji Tuhan selalu saya panjatkan atas mukjijat yang Ia berikan melalui Tahitian Noni Juice (Jus TAHITIAN NONI™). Berkat Jus TAHITIAN NONI™, kesembuhan saya telah mencapai kesempurnaan.

Dua tahun yang lalu saya divonis hanya bisa bertahan hidup 3-5 tahun akibat kanker rahim yang ganas.

Pada operasi pertama, rahim saya diangkat, Tapi pasca operasi justru tidak membuat tubuh saya menjadi sehat, entah kenapa? saya menjadi sulit berjalan, bahkan untuk memakai celana saja perut saya terasa sakit dan tidak nyaman.

Setelah enam bulan berjalan, saya kembali menjalani operasi untuk mengangkat tumor yang telah bersarang di ulu hati, kali ini operasi berbuah positif. Badan terasa lebih enak, tapi sayangnya, pendarahan hebat menjadi kompensasi operasi tahap kedua saya. Sejak saat itu rumah sakit menjadi langganan saya, karena dalam sebulan saya harus dirawat dirumah sakit 2-3 kali.

Hingga akhirnya, pada April lalu ada seorang teman yang menyarankan untuk meminum Jus TAHITIAN NONI™. Sebagai bagian dari usaha penyembuhan, menurut pendapat Saya, tak ada salahnya untuk dicoba.

Puji Tuhan, khasiat Jus TAHITIAN NONI™ pada botol ketiga langsung saya rasakan. Pendarahan tingkat tinggi yang saya alami berangsur-angsur berkurang. Tak hanya itu, maag tahunan yang saya idap pun turut lenyap yang membuat saya lebih takjub adalah sisa tumor yang masih melekat di ulu hati, secara berangsur-angsur mengering dan mengecil. Berkat Jus TAHITIAN NONI™ saya tidak lagi berlangganan rumah sakit.