Manajemen Karsinoma Invasif Stadium Awal

Managemen Karsinoma
Managemen Karsinoma

Manajemen Karsinoma Stadium Awal – Pasien dengan tumor yang tampak harus dilakukan pemeriksaan intensif. Pemeriksaan intensif dapat dilakukan dengan biopsi. Dengan pemeriksaan apabila ditemukan gejala-gejala yang berhubungan dengan metastasis maka sebaiknya dilakukan pemeriksaan ulang dengan sistoskopi dan sigmoidoskopi.

Pemeriksaan foto toraks dan evaluasi fungsi ginjal sangat dianjurkan. Stadium lB sampai IIA (< 4 cm) adalah termasuk ke dalam stadium awal karsinoma serviks invasive. Stadium ini memiliki prognosis yang baik, namun apabila diterapi dengan operasi atau radioterapi. Ciri-ciri stadium awal serviks invasive adalah:

  1. Angka-Angka kesembuhan dapat mencapai 85% sampai 90% pada pasien dengan    masa yang kecil
  2. Ukuran tumor merupakan faktor prognostic.
  3. Angka harapan hidup 5 tahunan.

Operasi yang  menunjukkan angka harapan hidup 5 tahunan sangatrah kecil. Tingkat kekambuhan juga sama-sama kecil untuk terapi karsinoma serviks stadium dini. Morbiditas meningkat apabila operasi dan radiasi dirakukan bersama’sama. Namun, pemilihan pasien dengan penegakkan stadium yang baik dibutuhkan untuk rnenentukan terapi operatif, operasiyang dianjurkan untuk stadium IB dan IIA (dengan massa < 4cm) adalah:

  1. Modified radical hysterectomy.
  2. Radical abdominal hysterectomy.
  3. Disertai limfadenekomi selektif,

Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, maka dilakukan pula patologi anatomi pada jaringan hasil operasi. Apabila didapatkan penyebaran pada kelenjar limfe paraaorta maka dilakukan  melalui radiasi. Jika ada juga di sekitar pelvis maka dilakukan pula radiasi di pelvis. Jika besar massa + cLLaru radiasi harus langsung dilakukan. Tanpa harus menunggu hasil patologi anatomi kerenjar limfe.

Pemberian terapi cisplatin bersamaan dengan radioterapi seterah operasi yang memiliki invasi pada kerenjar limfe, parametrium, atau batas-batas operatif. Hal ini menunjukkan keuntungan secara klinis. Penelitian dengan berbagai dosis dan jadwal pemberian cisplatin menunjukan risiko kematian. Jika pemberian diberikan bersamaan dengan radioterapi juga menunjukkan penurunan risiko.

Pemberian cisplatin secara tersendiripun memiliki efek samping yang tidak bisa dianggap enteng. Sebagaimana kita tahu, Cisplatin adalah sebuah iritan yaitu bahan kimia yang dapat menyebabkan peradangan pada vena yang dilalui. Biasanya dokter memberikan Cisplatin melalui pembulu darah dengan cara disuntikkan.

Jika Cisplatin keluar dari pembuluh darah dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Untuk itulah seorang dokter atau perawat dalam  memberikan Cisplatin harus hati-hati dan terlatih. Jika Anda mengalami sakit atau kemerahan atau bengkak di bagian IV saat Anda menerima Cisplatin, waspada!! Segera hubungi perawat kesehatan profesional Anda.

Begitu juga efek dari chemotherapy. Secara fisik terlihat, seperti rambut rontok, badan seperti terbakar berwarna hitam, mual, dan muntah-muntah. Sebenarnya secara keseluruhan efek kemoterapi melemahkan tubuh. Semua sel-sel yang ada di dalam tubuh, tidak pandang bulu, dibunuh. Sehingga kondisi tubuh menjadi lemah, tidak ada pertahanan. Oleh karena itulah jika ada sel kanker yang belum mati, maka penyebarannya menjadi sangat cepat dan berakibat pada kematian.

Sebenarnya ada cara-cara pengobatan yang tidak mempunyai efek samping. Yaitu dengan menggunakan Tahitian Noni Bioactive Beverages (TNBB).  TNBB memiliki perananan yang efektif dalam menyembuhkan kanker.  Hal ini terkait dengan kandungan Anti-Kanker yang terdapat di dalamnya.

Sebagai obat anti kanker Tahitian Noni telah memiliki paten untuk itu. Di bawah ini adala paten untuk kanker:

PATENT UNTUK KANKER

Morinda Citrifolia and Methylsulfonymethane
Formula dan metoda dalam perawatan kanker payudara.
Australia Patent, Mei 2007 dengan nomor 2004272108

Preventative and Treatment Effects of Morinda Citrifolia as Colon Cancer Cell Growth Inhibitor
US Patent, No. 7.070.813 July 2006

Adapun dosis yang disarankan untuk penyembuhan kanker adalah:

Tahap 1: 1 Liter Jus TAHITIAN NONI ™ per hari selama 4 hari pertama (intensif 60cc per jam)
Tahap 2: 0,5 Liter Jus TAHITIAN NONI ™  per hari selama 4 hari berikutnya (intensif 60cc per 2 jam)
Tahap 3 : 240 cc Jus TAHITIAN NONI ™ sehari selama 30 hari berikutnya (intensif 60cc per 4 jam)
Tahap 4: 105 cc Jus TAHITIAN NONI ™ perhari pada bulan ke dua. (intensif 60cc per 6jam)

 

 

 

Tinggalkan Balasan