Peranan Tahitian Noni Bioactive Beverages (TNBB) dalam menyembuhkan Osteoporosis

Osteoporosis

Peranan Tahitian Noni Bioactive Beverages (TNBB) dalam menyembuhkan Osteoporosis. Osteoporosis di kalangan masyarakat sering disebut sebagai keropos tulang. Sebutan ini memang ada benarnya di mana menurut istilah osteoporosis adalah penyakit tulang yang ditandai oleh berkurangnya massa tulang dan kelainan mikro arsitektur jaringan tulang. Jika ini terjadi terus menerus akan berakibat terjadinya kerapuhan tulang dan bisa terjadi fraktur tulang.Osteoporosis penyakit yang umum terjadi pada usia tua, walaupun sebenarnya juga dapat terjadi pada segala umur. Di Indonesia satu dari dua wanita akan mengalami osteoporosis. Kasus osteoporosis pada wanita lebih banyak daripada laki-laki, hal ini berkaitan erat dengan fase menopause. Sedangkan pada laki-laki hanya satu kasus osteoporosis dari 50 laki-laki. Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan (DEPKES) tahun 2006, satu dari lima orang Indonesia rentan terhadap osteoporosis.

Ada 4 jenis osteoporosis, di antaranya:

  1. Osteoporosis postmenopause yaitu osteoporosis yang terjadi karena kekurangan estrogen (hormon wanita). Estrogen adalah jenis hormone yang bertugas mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Gejala osteoporosis Postmenopause timbul pada wanita berusia 51- 67 tahun.
  2. Osteoporosis senilis, yaitu osteoporosis yang terjadi akibat kekurangan kalsium yang terkait dengan usia. Gejala yang timbul adalah terjadi ketidak seimbangan di antara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru. Umumnya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan frekwensinya 2 kali lebih sering menyerang wanita.
  3. Osteoporosis sekunder yang terjadi kurang dari 5% penderita osteoporosis. Gejalanya disebabkan oleh penyakit lain yaitu: gagal ginjal kronis, kelainan hormonal (tiroid, paratiroid dan adrenal). Pemberian obat-obatan seperti kortikosteroid, barbiturat, anti-kejang dan hormontiroid yang berlebihan) dan juga sering mengkonsumsi alkohol dan merokok semakin memperburuk keadaan osteoporosis.
  4. Osteoporosis juvenil idiopatik yaitu Osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui, terjadi pada anak-anak dan dewasa muda.

Peranan Morinda Bioactive Beverage (TNBB) yaitu :

  • TNBB merupakan sumber nutrisi yang kaya akan vitamin dan mineral yang dapat mencegah terjadinya Osteoporosis (Kerapuhan Tulang). TNBB merupakan anti inflamasi (anti peradangan). Vitamin dan Mineral yang terdapat di dalam TNBB dapat meningkatkan kepadatan tulang sehingga tulang tidak mudah rapuh.
  • TNBB dapat mengatasi peradangan dan berperan sebagai anti nyeri. Mekanismenya yaitu menghambat enzim Cox-2 inhibitor dan enzim Lox-5 inhibitor.

Sumber Vitamin D

Vitamin D2 (ergocalciferol) terdapat pada jamur, ikan cod, tuna dan salmon. Vitamin D yang berasal dari makanan, suplemen dan paparan sinar matahari bersifat inaktif dan diproses pertama di organ hati kemudian di Hati dirubah menjadi–>Calcidiol yang banyak tersedia di dalam tubuh. Selanjutnya, proses kedua terjadi terutama di ginjal–> vitamin D aktif –> calcitriol –> vitamin D yang membantu penyerapan kalsium. Proses pengubahan calcidiol menjadi calcitrol–>hormon paratiroid (PTH)-lah yang merangsang ginjal. Bila banyak calcidiol di dalam Tubuh–> banyak hormon paratiroid yang dilepaskan–>hormon paratiroid merangsang pembentukan osteoclast –>menyebabkan pengeroposan tulang.

Dosis yang disarankan untuk terapi penyembuhan osteoporosis adalah:
TNBB Original :6 x 60 cc (Intensive frekwensi 60 cc per 3 jam)
Morinda Extra :4 x 60 cc (pagi, siang, sore dan malam)
Maxidoid : 3 x 60 cc ( pagi, siang dan malam)
*Sebaiknya diminum satu jam sebelum makan.

Pencegahan Osteoporosis yaitu :

  1. Olah raga secara teratur. Olah raga dengan beban seperti menggunakan alat beban,berjalan dan menaiki tangga efektif dalam meningkatkan kepadatan tulang.
  2. Pola hidup sehat seperti : Menghindari rokok, alkohol, kopi,minuman bersoda, dan daging merah dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam menurunkan risiko osteoporosis.
  3. Menghindari obat-obatan tertentu dari obat-obatan golongan kortikosteroid, obat anti kejang yang diberikan tanpa pengawasan dokter.
  4. Sinar matahari terutama UVB membantu tubuh menghasilkan vitamin D. Sering berjemurlah di bawah sinar matahari selama 30 menit pada pagi hari sebelum jam 09.00 dan sore hari sesudah jam 16.00. Vitamin D berperan dalam penyerapan kalsium di lambung dan saluran pencernaan.