Kategori: Kesehatan

Bagaimana Cahaya Smartphone Mengganggu Tidur Anda

Para ilmuwan telah menemukan bagaimana cahaya buatan dari smartphone dan komputer dapat mengganggu tidur, sebuah temuan yang dapat menyebabkan perawatan baru untuk migrain, insomnia, jet lag, dan gangguan ritme sirkadian.

Para peneliti di Salk Institute di AS menemukan bahwa sel-sel tertentu dalam cahaya ambient proses mata dan mengatur ulang jam internal kita, siklus harian proses fisiologis yang dikenal sebagai ritme sirkadian.

Ketika sel-sel ini terkena cahaya buatan hingga larut malam, jam internal kita dapat menjadi bingung, menghasilkan sejumlah masalah kesehatan.

Hasilnya, yang diterbitkan dalam jurnal Cell Reports, dapat mengarah pada perawatan baru untuk migrain, insomnia, jet lag, dan gangguan ritme sirkadian (keseimbangan tidur/bangun dan jam biologis tubuh).

Gangguan ini telah dikaitkan dengan disfungsi kognitif, kanker, obesitas, resistensi insulin, sindrom metabolik dan banyak lagi, kata para peneliti.

"Kami terus terpapar dengan cahaya buatan, baik dari waktu layar, menghabiskan hari di dalam ruangan atau tetap terjaga larut malam," kata Profesor Satchin Panda dari Salk Institute.

"Gaya hidup ini menyebabkan gangguan pada ritme sirkadian kita dan memiliki konsekuensi merusak pada kesehatan," kata Panda.

Punggung mata kita mengandung selaput sensorik yang disebut retina, yang lapisan dalamnya berisi sub-populasi kecil sel-sel peka cahaya yang beroperasi seperti piksel dalam kamera digital.

Ketika sel-sel ini terpapar dengan cahaya yang sedang berlangsung, protein yang disebut melanopsin terus beregenerasi di dalam mereka, menandakan tingkat cahaya ambient langsung ke otak untuk mengatur kesadaran, tidur dan kewaspadaan.

Melanopsin memainkan peran penting dalam menyinkronkan jam internal kita setelah 10 menit iluminasi dan, di bawah cahaya terang, menekan hormon melatonin, yang bertanggung jawab untuk mengatur tidur.

"Dibandingkan dengan sel-sel penginderaan cahaya lainnya di mata, sel-sel melanopsin merespon selama cahaya berlangsung, atau bahkan beberapa detik lagi," kata ilmuwan staf Ludovic Mure.

"Itu penting, karena jam sirkadian kami dirancang untuk merespon hanya untuk penerangan yang berkepanjangan," kata Mure.

Para peneliti menggunakan alat molekuler untuk mengaktifkan produksi melanopsin dalam sel retina pada tikus.

Mereka menemukan bahwa beberapa sel ini memiliki kemampuan untuk mempertahankan respon cahaya ketika terkena pulsa panjang berulang cahaya, sementara yang lain menjadi desensitis.

Kebijaksanaan konvensional telah menyatakan bahwa protein yang disebut arrestins, yang menghentikan aktivitas reseptor tertentu, harus menghentikan respon fotosensitif sel dalam beberapa detik dari cahaya yang datang.

Para peneliti terkejut menemukan bahwa arrestin sebenarnya diperlukan untuk melanopsin untuk terus merespon pencahayaan yang berkepanjangan.

Pada tikus yang tidak memiliki versi protein arrestin (beta arrestin 1 dan beta arrestin 2), sel retina yang memproduksi melanopsin gagal mempertahankan sensitivitasnya terhadap cahaya di bawah pencahayaan yang berkepanjangan.

Alasannya, ternyata, adalah bahwa penahanan membantu melanopsin beregenerasi di dalam sel retina.

"Studi kami menunjukkan dua penahanan mencapai regenerasi melanopsin dengan cara yang aneh," kata Panda.

"Satu penahanan melakukan tugas konvensional untuk menangkap respons, dan yang lain membantu protein melanopsin mengisi kembali faktor pendeteksi cahaya retina.

"Ketika dua langkah ini dilakukan secara berurutan, sel tampaknya merespon secara terus menerus terhadap cahaya," katanya.

Sumber: https://www.business-standard.com/article/pti-stories/how-smartphones-are-disrupting-your-sleep-decoded-118120300480_1.html

Artikel ini telah diperbarui pada 3 Desember, 2018 2:58 pm

Bagikan

Komentar ditutup

Atikel Terbaru

Apakah keputihan itu normal?

Apa itu keputihan? Keputihan vagina adalah cairan — biasanya putih atau jernih — yang keluar dari vagina. Sebagian besar wanita… Read More

2 minggu ago

Lendir serviks: 6 Hal yang Harus Diketahui Setiap Wanita

Serviks menghasilkan lendir yang bervariasi dalam konsistensi dan jumlah tergantung di mana seorang wanita berada dalam siklus menstruasi. Sesaat setelah… Read More

2 minggu ago

Keputihan Normal dan Abnormal Yang Perlu Anda Ketahui

Anda tahu bahwa cairan lengket yang sering Anda temukan di pembalut Anda? Apa itu? Kenapa kita memilikinya? Apakah itu abnormal?… Read More

2 minggu ago

Keputihan Putih Pekat

Keputihan adalah kejadian biasa dan normal dalam siklus reproduksi wanita. Namun, beberapa jenis debit menunjukkan kondisi kesehatan tertentu seperti infeksi… Read More

2 minggu ago

Jenis-Jenis Keputihan

Mengapa pakaianmu bisa ternoda? Mari sesekali kita memperhatikan noda pakaian dari berbagai warna putih. Seperti apa noda yang ditinggalkan oleh… Read More

2 minggu ago

Apa Perbedaan Antara Keputihan, Cairan Gairah, dan Lendir Serviks?

Lendir serviks, keputihan, cairan gairah - apakah sama? Tentu saja tidak. Hari ini, kami mencoba menganalisis masalah ini dan membuat… Read More

2 minggu ago