Cara Terapi Pengobatan Dan Penyembuhan Kanker Darah (Leukimia)

Cara Terapi Pengobatan dan Penyembuhan Kanker Darah. Hingga saat tulisan ini diposting, Kanker Darah secara medis belum ada obatnya. Maka tindakan yang direkomendasikan dokter satu-satunya adalah dengan cuci darah. Beberapa obat herbal mungkin telah banyak ditawarkan untuk itu, tetapi, tidak ada satupun yang bisa menjamin secara pasti bahwa obat yang ditawarkan bisa menyembuhkan kanker darah.

Apakah mungkin kanker darah bisa disembuhkan? Untuk itu silakan anda baca kesaksian dengan klik di sini atau jika anda menginginkan informasi lebih jauh tentang produk silakan klik MAXIDOID

Jika anda belum mengetahui jenis penyakit yang satu ini, tulisan di bawa ini  mungkin akan bermanfaat pada anda, keluarga dan teman-teman anda. Setidaknya anda mengetahui tentang sebab-sebab dan gejala kanker darah.

kanker-darahKanker darah (Leukemia) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).

Kata leukemia berarti darah putih, karena pada penderita ditemukan banyak sel darah putih sebelum diberi terapi. Sel darah putih yang tampak banyak merupakan sel yang muda, misalnya promielosit. Jumlah yang semakin meninggi ini dapat mengganggu fungsi normal dari sel lainnya.

Kanker yang terjadi pada darah atau sumsum tulang akibat perbanyakan sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid. Sering kali proses perbanyakan sel tersebut terjadi di leukosit, yaitu sel darah putih. Sel-sel normal di dalam sumsum tulang digantikan oleh sel tak normal atau abnormal. Sel abnormal ini keluar dari sumsum dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Sel leukemia memengaruhi hematopoiesis atau proses pembentukan sel darah normal dan imunitas tubuh penderita.

Pada kasus Leukemia (kanker darah), sel darah putih tidak merespon kepada tanda/signal yang diberikan. Akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya, Seseorang dengan kondisi seperti ini (Leukemia) akan menunjukkan beberapa gejala seperti; mudah terkena penyakit infeksi, anemia dan perdarahan.

Dari klasifikasi ini, maka Leukemia dibagi menjadi empat type sebutan;

  •  Leukemia limfositik akut (LLA). Merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih.
  • Leukemia mielositik akut (LMA). Ini lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.
  • Leukemia limfositik kronis (LLK). Hal ini sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak.
  • Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.

Gejala umum dari leukemia kronis atau akut bisa meliputi:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening (di leher atau ketiak) yang biasanya tidak sakit
  • Demam atau berkeringat di malam hari
  • Sering infeksi
  • Merasa lemah atau lelah
  • Pendarahan dan mudah memar (gusi berdarah, bercak keunguan di kulit, atau bintik-bintik merah kecil di bawah kulit)
  • Pembengkakan atau rasa tidak nyaman di perut (karena hati/pancreas bengkak)
  • Berat badan turun drastic tanpa sebab jelas
  • Nyeri pada tulang atau sendi

Penyebab Penyakit Leukemia

  • Radiasi. Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.
  • Leukemogenik. Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.
  • Herediter. Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.
  • Virus. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.
  • Kebiasaan yang tidak sehat

Pengobatan Leukimia

Pengobatan Medis

Pengobatan Leukimia secara medis  disesuaikan dengan stadium atau tingkat penyakit yang dialami penderita, selain juga tergantung dari jenis kanker darahnya. Secara umum, pengobatan kanker darah terdiri dari kemoterapi, radioterapi, serta terapi antibiotik dan suportif. Kanker darah bukan penyakit menular maupun turunan, namun penyakit ini bisa kambuh lagi walaupun pasien sudah dinyatakan sembuh oleh dokter.

Sistem terapi yang sering digunakan dalam menangani penderita leukemia adalah kombinasi antara kemoterapi dan pemberian obat-obatan yang berfokus pada pemberhentian produksi sel darah putih yang abnormal dalam tulang sumsum. Selanjutnya adalah penanganan terhadap beberapa gejala dan tanda yang telah ditampakkan oleh tubuh penderita dengan monitor yang komprehensif.

Pengobatan untuk leukemia Anda tergantung pada banyak faktor. Dokter Anda menentukan pilihan pengobatan leukemia Anda berdasarkan usia dan kesehatan Anda secara keseluruhan, jenis leukemia yang Anda miliki, dan apakah telah menyebar ke bagian lain tubuh Anda.

Pengobatan umum yang digunakan untuk melawan leukemia meliputi:

Kemoterapi

Kemoterapi adalah bentuk pengobatan utama untuk leukemia. Perawatan obat ini menggunakan bahan kimia untuk membunuh sel leukemia.

Bergantung pada jenis leukemia yang Anda miliki, Anda mungkin menerima obat tunggal atau kombinasi obat-obatan terlarang. Obat ini bisa masuk dalam bentuk pil, atau bisa disuntikkan langsung ke pembuluh darah.
Terapi biologis. Terapi biologis bekerja dengan menggunakan perawatan yang membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan menyerang sel leukemia.

Terapi yang ditargetkan.

Terapi yang ditargetkan menggunakan obat-obatan yang menyerang kerentanan spesifik di dalam sel kanker Anda.

Misalnya, obat imatinib (Gleevec) menghentikan tindakan protein di dalam sel leukemia pada orang dengan leukemia myelogenous kronis. Ini bisa membantu mengendalikan penyakit.

Terapi radiasi.

Terapi radiasi menggunakan sinar-X atau balok energi tinggi lainnya untuk merusak sel leukemia dan menghentikan pertumbuhannya. Selama terapi radiasi, Anda berbaring di atas meja sementara sebuah mesin besar bergerak di sekitar Anda, mengarahkan radiasi ke titik-titik yang tepat pada tubuh Anda.

Anda mungkin menerima radiasi di satu area tertentu di tubuh Anda dimana ada kumpulan sel leukemia, atau Anda mungkin menerima radiasi di seluruh tubuh Anda. Terapi radiasi dapat digunakan untuk mempersiapkan transplantasi sel induk.

Transplantasi sel induk.

Transplantasi sel induk adalah prosedur untuk mengganti sumsum tulang berpenyakit Anda dengan sumsum tulang yang sehat.

Sebelum transplantasi sel punca, Anda menerima dosis tinggi kemoterapi atau terapi radiasi untuk menghancurkan sumsum tulang berpenyakit Anda. Kemudian Anda menerima infus sel induk pembentuk darah yang membantu membangun kembali sumsum tulang belakang Anda.

Anda mungkin menerima sel induk dari donor, atau dalam beberapa kasus Anda mungkin bisa menggunakan sel induk Anda sendiri. Transplantasi sel induk sangat mirip dengan transplantasi sumsum tulang.

Di bawah ini beberapa tahapan terapi untuk Leukimia akut

Terapi induksi

Yaitu therapi dengan cara membunuh sel leukemia dalam darah dan sumsum tulang untuk menginduksi remisi. Pengobatan meliputi kemoterapi dan kortikosteroid. Induksi biasanya berlangsung 4 minggu dan dilakukan di rumah sakit. Tetapi beberapa orang yang memiliki SEMUA memiliki sel leukemia dengan perubahan gen tertentu. Gen ini disebut kromosom Philadelphia. Orang-orang ini akan diobati dengan inhibitor tyrosine kinase.

Terapi konsolidasi

Yaitu terapi dengan cara membunuh setiap sel leukemia yang mungkin ada walaupun tidak muncul dalam tes. Jika sel-sel ini tumbuh kembali, mereka bisa menyebabkan kambuh kembali. Pengobatan mencakup lebih banyak kemoterapi dan mungkin termasuk transplantasi sel punca. Langkah ini mungkin juga mencakup perawatan pencegahan otak atau sumsum tulang belakang dengan radiasi atau kemoterapi. Konsolidasi biasanya memakan waktu beberapa bulan tapi tidak perlu sampai menginap di rumah sakit.

Terapi pemeliharaan

Terapi ini adalah dipoeruntukkan untuk mencegah sel-sel leukemia yang tersisa tumbuh kembali. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan dosis kemoterapi dosis rendah dibandingkan dengan yang digunakan selama induksi atau konsolidasi. Kemoterapi diberikan dengan pil dan pengobatan intravena (IV) satu kali sebulan. Pemeliharaan sering dilanjutkan hingga 3 tahun, namun selama ini, kebanyakan orang bisa kembali aktif seperti sebelum pengobatan.

Antibiotik Untuk Leukimia

Antibiotik untuk Leukimia saya mengutipnya dari http://www.oncologynurseadvisor.com/web-exclusives/existing-antibiotic-may-help-fight-leukemia/article/217801/, yaitu:

Tigecycline antimikroba intravena menargetkan dan menghancurkan sel induk leukemia dengan memotong produksi energi sel, para periset Kanada menemukan (Sel Kanker 2011; 20: 5-667). Obat tersebut, yang disetujui di Amerika Serikat pada tahun 1995, diindikasikan untuk pengobatan infeksi kulit dan struktur kulit yang rumit, infeksi intra-abdomen yang rumit, dan pneumonia yang didapat oleh masyarakat.

Dalam pencarian agen yang disetujui FDA yang menargetkan sel leukemia, periset Kanada mengidentifikasi tigecycline sebagai obat yang paling manjur dari segenggam beberapa obat saja yang memiliki dampak pada layar kimia pada dua sel leukemia manusia. (Sebanyak 500 agen yang disetujui telah diuji.)

Aktivitas tigecycline melawan sel mengungkapkan informasi baru mengenai biologi leukemia. Tigecycline dapat memblokir sintesis protein di mitokondria, mematikan produksi energi yang dibutuhkan pada sel leukemia. Antibakteri secara selektif membunuh sel leukemia dan sel progenitor dibandingkan dengan rekan mereka yang normal dan juga menunjukkan aktivitas antidukemia pada model tikus leukemia manusia.

Efek menguntungkan dari tigecycline meningkat pada leukemia myelogenous akut (AML) vs sel hematopoietik normal, yang menyebabkan para peneliti menyimpulkan bahwa obat tersebut merupakan agen terapeutik potensial untuk terapi AML.

Sumber tulisan : https://www.webmd.com/cancer/tc/leukemia-treatment-overview, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/leukemia/diagnosis-treatment/drc-20374378, http://www.oncologynurseadvisor.com/web-exclusives/existing-antibiotic-may-help-fight-leukemia/article/217801/

Pengobatan Alternatif

Pengobatan alternatif adalah istilah pengobatan non medis di mana dijadikan alternatif terakhir ketika pengobatan secara medis tidak menunjukkan ke arah kesembuhan. Ada banyak pengobatan alternatif seperti akupuntur, pijat refleksi, pengobatan herbal, dll.

TNBB sebagai alternatif pengobatan Leukimia

Peranan TNBB dalam mengatasi Kanker Darah yaitu :

TNBB sebagai super antioksidan. Memproteksi sel-sel darah putih. TNBB juga memproteksi hati dengan menghambat gangguan enzim sitokrom hati CP 450. Memproteksi selendotel pembuluh darah, memproteksi sel dari kerusakan oksidasi, memproteksi terhadap TBA-RS= TioBarbiturat acid Reactive Subtance, dengan cara mengaktifkan enzim anti oksidan tubuh seperti Katalase, Glutatinperoksidase, SOD= superoksida dismutase.TNBB sebagai anti oksidan karena TNBB mengandung vitamin dan mineral seperti vitamin C, E dan A serta magnesium, kalsium, posfor, Zinc dan selenium.

TNBB dapat mengaktifkan enzim DNA repair, karena TNBB mengandung 17 asam amino esensial, serta TNBB dapat meningkatkan imunitas tubuh.

TNBB mengandung Iridoid yang merupakan anti infl amasi yang kuat sehingga dapat menghambat STAT 3 (Signal Transducer and Activator of Transcription). STAT 3 mengubah sel sehat menjadi sel kanker.

TNBB dapat menghambat angiogenesis, sebab TNBB mengandung Antraquinon dan asamelegat. Dengan menghambat VEGF (Vaskular Endothel Growth Factor) dan BFGF (Basic Fibroblast Growth Factor).

TNBB dapat mengaktifkan enzim Glucopyronase sebagai Growth factor inhibitor.

TNBB dapat mengaktifkan apoptosis oleh monoterpen.

TNBB dapat mencegah metastase :

  1.  Menghambat MMPs = Metaloproteinase yang merusak matriks ekstra seluler.
  2. Menghambat interaksi antar sel-sel kanker. TNBB mengandung mineral Kalsium (Ca) yang mencegah sel kanker memisahkan diri dari induk sel kanker.
  3. Meghambat metastase karena TNBB mengandung beta sitosterol dan limonene.
    TNBB dapat mengubah pH sel. Iridoid dapat memulihkan fungsi dan struktur sel dengan cara mengaktifkan dan meningkatkan fungsi berbagai protein seluler.

Berbagi kesembuhan setelah minum TNBB

Paulus Maria Bagus, TNBB Perpanjangan Tangan Tuhan

“Berat badan menyusut drastis. Saat periksa darah, leukosit saya berada di atas ambang normal. Saya divonis mengidap Leukimia.”

paulus-maria-bagus-kanker-darah-leukimiaNAMA SAYA Paulus Maria bagus.

Saya memiliki cerita, seputar pengalaman memerangi Leukimia yang saya derita sejak 2005 silam. Doa saya selama tiga tahun yang mengharapkan agar Tuhan YME, menyembuhkan penyakit Leukimia, akhirnya terjawab. TNBB menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam pemberian berkat dan kesehatan bagi saya.

Ceritanya berawal pada bulan Agustus 2005. Saya merasa heran terhadap penyusutan berat badan saya. Lemas dan kurang nafsu makan menjadi pelengkap penderitaan saya. Anehnya saya tidak merasakan sakit di tubuh atau organ dalam saya. Merasa aneh, saya memeriksakan darah saya ke laboratorium, pada 6 september 2005. Sore hari saya mengambil hasil laboratorium tes darah saya. Betapa kagetnya saat saya membaca bahwa Leukosit saya berada di angka 22.222, yang seharusnya normalnya berada dikisaran 4.000-10.000.

Saat itu menjadi momentum terberat bagi saya. Saya memutuskan untuk berobat secara medis. Menutur dokter penyakit saya bisa disembuhkan, dengan catatan meminum obat setiap hari seumur hidup. Bayangkan saya harus minum obat yang sebutirnya seharga 250.000,- dan saya harus meminumnya sehari kali.

Suatu hari saat diadakan reuni jemaat pasca kepergian ke Israel, ada seorang jemaat yang menilai wajah saya semakin pucat dan badan terlihat kurus. Akhirnya saya ceritakan mengenai penyakit saya. Kemudian ia memberikan sebotol TNBB untuk dikonsumsi dan mengatasi masalah kesehatan saya. Dengan dosis 1 x 30cc sehari dan dibarengi dengan konsumsi obat medis, saya merasakan perubahan dalam tubuh saya.

Hasil laboratorium saya kembali normal dan membaik. Stamina prima, dan nafsu makan meningkat. Saya yakin Bahwa TNBB merupakan perpanjangan tangan Tuhan dan kesembuhan saya. Saya sarankan TNBB menjadi alternatif solusi masalah kesehatan yang bisa diandalkan.

Harga Maxidoid (TNBB)

Maxidoid®
Maxidoid® Bioactives™
Maxidoid
Isi Botol : 750 ml atau ¾ liter
Mengandung 120 mg iridoid per 60 ml atau 4 kali lipat kandungan iridoid TNBB Original
Harga 1 Botol: Rp. 550.000
Harga 2 Botol: Rp. 1.040.000
Harga 4 Botol: Rp. 2.080.000

HARGA DI ATAS BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM

Order Maxidoid Sekarang

Order Via WA : 0852-2852-6189

___________________________