Cara Terapi Pengobatan Dan Penyembuhan Trigeminal Neuralgia

Apakah Trigeminal Neuralgia Itu?

Trigeminal neuralgia atau nyeri saraf adalah nyeri yang terjadi di daerah nervus (saraf) trigeminus. Neuralgia Trigeminal merupakan suatu keluhan serangan nyeri wajah satu sisi yang berulang.

Serangan neuralgia Trigeminal dapat berlangsung dalam beberapa detik sampai semenit. Beberapa orang merasakan sakit ringan, kadang terasa seperti ditusuk. Sementara yang lain merasakan nyeri yang cukup kerap, berat, seperti nyeri saat kena setrum listrik.

Trigeminal neuralgia atau nyeri saraf adalah nyeri yang terjadi di daerah nervus (saraf) trigeminus. Disebut trigeminus karena memiliki tiga cabang, yaitu ophthalmic branch (melayani daerah mata dan dahi), maxillary branch (melayani daerah pipi, rahang atas dan gigi atas), dan mandibular branch (melayani daerah rahang bawah dan gigi bawah). Ketiga cabang ini mengumpul di satu kumpulan sel saraf yang disebut ganglion trigeminus yang seterusnya akan berlanjut ke dalam batang otak.

Karena memiliki tiga cabang, rasa nyeri ini bisa menjalar ke daerah yang dipersarafinya. Ada yang merasakan nyeri di dahi, mata, gigi, kulit wajah, pipi ataupun lidah. Rasa nyeri setiap orang yang terkena penyakit ini berbeda-beda letaknya.

Penyakit langka Trigeminal neuralgia memang tak banyak dikenal. Penyakit yang menyerang saraf manusia ini menjadi salah satu penyakit yang ditakutkan di Jepang, hingga dapat membuat penderitanya melakukan bunuh diri.

Penyakit ini tidak banyak ditemukan. Prevalensi penyakit ini diperkirakan 107,5 pada pria dan 200,2 pada wanita per 1 juta populasi. Penyakit ini lebih sering terjadi pada sisi kanan wajah dibandingkan sisi kiri dengan rasio 3:2. Kurang lebih 10 persen kasus ini terjadi sebelum usia empat puluhan.

Jenis penyakit ini tergolong susah penyembuhannya, pengobatan yang dilakukan saat ini adalah dengan obat, penyuntikan, dan penyinaran dengan alat modern dan operasi. Obat yang diberikan hanya berfungsi untuk memblok rasa nyeri tanpa mematikan saraf sehingga obat ini harus dikonsumsi seumur hidup bila penderita tak ingin merasakan nyeri.

Rasa nyeri yang terjadi pada area tertentu tubuh terjadi akibat adanya persentuhan saraf dengan pembulluh darah. Persentuhan pembuluh darah tersebut disebabkan karena letak pembuluh darah yang berdekatan dengan saraf.

Persenggolan menyebabkan iritasi pada saraf yang mencetuskan timbulnya cetusan-cetusan listrik yang dirasakan sebagai nyeri kesetrum atau ditusuk-tusuk, seolah-olah berasal dari kulit wajah atau dari gigi

Penyakit ini tidak ada hubungannya dengan sakit gigi. Pasien hanya seolah-olah merasakan penyakit seperti ini sakit gigi. Jika penderita mengalami nyeri pada gigi, jangan anggap terjadi permasalahan pada gigi. Sebaiknya penderita melakukan pengecekan lebih lanjut kepada dokter saraf.

Penyakit ini lebih umum dijumpai pada mereka yang berusia di atas 50 tahun, meskipun terdapat pula penderita berusia muda dan anak-anak.

Sementara itu, untuk penyuntikan dan penyinaran berfungsi untuk mematikan saraf. Ketika saraf dimatikan, rasa sakit memang hilang. Tindakan ini tidak mengganggu saraf lain, tetapi penderita akan bisa merasakan mati rasa pada daerah yang mati sarafnya. Untuk penyuntikan harus dilakukan tepat di bagian saraf yang sakit, kalau tidak rasa nyeri pun akan tetap ada.

Penyebab Trigeminal Neuralgia

Penyebab kondisi ini adalah iritasi syaraf cranial kelima (syaraf Trigeminal) yang bertanggung jawab untuk memberikan sensasi wajah. Iritasi ini kadangkala disebabkan oleh tumor jinak atau sklerosis multiple, atau yang biasanya dapat dideteksi dengan MRI otak kualitas tinggi.

Trigeminal neuralgia dapat juga disebabkan oleh:

  • Multiple sclerosis
  • Tekanan pada saraf trigeminal dari pembuluh darah yang bengkak atau tumor

Sering kali, tidak ada penyebab yang spesifik ditemukan. Dokter lebih mungkin untuk menemukan penyebabnya jika pasien lebih muda dari usia 40 tahun.Kondisi ini tidak memiliki penyebab yang jelas. Beberapa ahli berpendapat bahwa sindrom ini disebabkan oleh kerusakan saraf traumatis saat lewat dari bukaan di tengkorak ke otot-otot dan jaringan wajah.

Kerusakan mengompresi saraf, menyebabkan sel saraf untuk melepaskan lapisan pelindung dan konduktif (demielinasi). Lainnya percaya penyebabnya berasal dari perubahan biokimia dalam jaringan saraf itu sendiri. Sebuah gagasan yang lebih baru adalah bahwa pembuluh darah abnormal mengompresi saraf saat keluar dari otak.

Pada kasus-kasus besar, bagaimanapun juga, penggambaran otak tidak dapat menunjukkan penyebab iritasi syaraf. Pada kasus demikian pembuluh kecil (biasanya arteri tetapi kadangkala vena) sering kali ditemukan saat operasi menekan akar zona masuk syaraf Trigeminal pada batang otak.

Persentuhan pembuluh darah disebabkan letak pembuluh darah yang berdekatan dengan saraf tersebut. Persenggolan menyebabkan iritasi pada saraf yang mencetuskan timbulnya cetusan-cetusan listrik yang dirasakan sebagai nyeri kesetrum atau ditusuk-tusuk, seolah-olah berasal dari kulit wajah atau dari gigi.

Tak hanya disebabkan oleh persentuhan pembuluh darah, 10-15 persen trigeminal neuralgia disebabkan pula saraf karena tertekan oleh penyakit lain, seperti tumor atau massa lain, dan kerusakan saraf karena multiple sclerosis (peradangan pada otak dan sumsum tulang belakang karena autoimun).

Gejala Trigeminal Neuralgia

Gejala Trigeminal Neuralgia adalah:

  • Rasa nyeri pada gigi, gusi dan mulut yang timbul tenggelam.
  • Kadang rasa nyeri sebentar menyerang, namun setelah minum analgesik rasa nyeri menjadi reda.
  • Lama kelamaan wajah terasa disambar kilat, terkadang mati rasa, namun hanya pada satu sisi.
  • Bila tersentuh, rasa nyeri semakin menjadi.
  • Pada keadaan yang parah, penderita tidak bisa makan atau minum.

Gejala pertamanya adalah mirip dengan sakit gigi, rasa ngilu yang sangat hanya beberapa detik. Setelah diberi obat sakit gigi, juga tak kunjung sembuh. Dari itu segera ke dokter saraf bila sudah diberi obat sakit gigi namun tak sembuh, meski gigi juga sudah dicabut.

Trigeminal neuralgia merupakan penyakit yang relatif jarang, tetapi sangat mengganggu kenyamanan hidup penderita, namun sebenarnya pemberian obat untuk mengatasi Trigeminal neuralgia biasanya cukup efektif. Obat ini akan memblokade sinyal nyeri yang dikirim ke otak, sehingga nyeri berkurang, hanya saja banyak orang yang tidak mengetahui dan menyalahartikan Neuralgia Trigeminal sebagai nyeri yang ditimbulkan karena kelainan pada gigi, sehingga pengobatan yang dilakukan tidaklah tuntas.

Diagnosis Trigeminal Neuralgia

Sebelu pemeriksaan fisik, dokter biasanya mengajukan pertanyaan tentang riwayat penyakit penderita, awal munculnya nyeri berikut gejala apa saja yag dialami penderita.

Berikutnya adalah pemeriksaan fisik dilakukan dokter dengan mdmeriksa kondisi saraf terutama saraf wajah. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mengetahui lokasi nyeri yang terganggu. Sedangkan untuk memastikan bahwa itu adalah disebabkan trigeminal neuralgia berikutnya dilakukan dengan tes refleks.

Tes pencitraan MRI pada kepala adalah rangkain tes berikutnya yang dilakukan untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab dari gangguan trigeminal neuralgia ini.

Pengobatan Trigeminal Neuralgia

Hasil diagnosis akan menentukan jenis pengobatan untuk trigeminal neuralgia.

Secara medis Trigeminal Neuralgia tidak bisa disembuhkan. Tujuan pengobatan adalah mengelola rasa nyeri dan kualitas hidup. Selain itu sebisa mingkin dokter memberikan saran pada pasien untuk menghindari pemicu serangan agar nyeri tidak bertambah.

Pemberian Obat

Pemberian obat adalah penangan awal yang dilakukan untuk trigeminal neuralgia yang bertujuan untuk meredakan rasa nyeri. Jenis-jenis obat yang biasanya diresepkan dokter untuk tujuan ini adalah:

  • Antikonvulsan, seperti oxcarbazepine, carbamazepine, lamotrigine, clonazepam, phenytoin, dan gabapentin. Obat antikonvulsan biasanya digunakan sebagai obat penyakit epilepsi, dapat diberikan Trigeminal Neuralgia dengan tujuan memperlambat impuls saraf untuk mengurangi kemampuan saraf dalam mengirimkan rasa nyeri ke otak. Obat harus dikonsumsi secara teratur dan jika rasa nyeri mereda atau mengalami perbaikan maka pemakaian obat bisa dihentikan. Efek samping yang mungkin terjadi setelah minum obat adalah mual, pusing, linglung, dan kelelahan.
  • Suntikan botox atau botulinum toxin. Suntikan ditujukan untuk mengurangi rasa sakit yang dilakukan jika pemberian obat tidak memberikan pengaruh apapun. Namun, metode ini masih perlu penelitian lebih lanjut.
  • Obat antispasmodik. Golongan obat ini berfungsi untuk melemaskan otot. Penggunaan bisa dilakukan bersama dengancarbamazepine. Contoh golongan obat ini adalah baclofen. Kemungkinan efek samping seperti mual, kelelahan, dan linglung bisa muncul setelah minum jenis obat ini.

Operasi

Operasi adalah cara terakhir untuk penangan trigeminal neuralgia. Penggunaan obat yang secara terus menerus bisa menimbulkan efek samping seperti kerusakan pada ginjal dan penyakit lainnya, juga bisa menimbulkan resistensi sehingga obat tidak memberikan pengaruh apapun pada pasien. Di bawah ini beberapa prosedur yang biasa dilakukan:

Dekompresi Mikrovaskuler (MVD)

Dekompresi mikrovaskular adalah prosedur bedah terbuka yang melibatkan memindahkan atau mengangkat pembuluh darah yang menciptakan tekanan pada saraf trigeminal. Ahli bedah saraf akan membuat sayatan di belakang telinga di sisi yang menyebabkan rasa sakit, mengekspos saraf trigeminal, kemudian mengangkat atau memindahkan pembuluh darah yang menekan saraf atau menyisipkan bantalan kecil untuk mencegah kontak dengan saraf. Jika tidak ada pembuluh darah yang menekan saraf, ahli bedah akan melakukan rhizotomy untuk memutuskan saraf itu sendiri.

RFL untuk neuralgia trigeminal

Stereotactic Radiofrequency Lesionc (RFL) adalah prosedur yang kurang invasif daripada dekompresi mikrovaskular. Seorang ahli radiologi dan ahli bedah saraf berkolaborasi untuk menentukan lokasi yang tepat dari saraf, kemudian menggunakan panas tinggi untuk menghancurkan hanya bagian-bagian rasa sakit dari saraf trigeminal, meninggalkan sensasi lain yang utuh. Pereda nyeri biasanya langsung (atau dalam 48 jam); pada beberapa pasien, prosedur ini dapat diulang beberapa kali sampai pereda nyeri yang memadai tercapai.

Radiosurgery Stereotactic

Radiosurgery Stereotactic bukan operasi dalam arti konvensional, melainkan spesialisasi non-invasif yang tidak melibatkan pemotongan sama sekali. Ini terdiri dari mengarahkan sinar radiasi yang sangat terfokus pada target tertentu - dalam hal ini, saraf trigeminal. Sinar radiasi merusak saraf trigeminal, tetapi tidak menghancurkannya sepenuhnya. Pereda nyeri terjadi secara bertahap, selama beberapa minggu. Hasilnya biasanya tahan lama, dan perawatan dapat diulang dalam kasus kekambuhan. GammaKnife adalah salah satu jenis perawatan radiosurgery stereotactic - ini adalah perawatan yang sangat tidak menyakitkan, sangat efektif yang dapat dilakukan pada pasien rawat jalan.

Neurostimulasi

Kadang-kadang, pasien dengan neuralgia trigeminal yang khas tidak akan menanggapi salah satu atau semua perawatan ini, atau rasa sakit mereka kambuh setelah respon yang awalnya baik. Beberapa pasien mungkin memiliki gejala yang mirip dengan neuralgia trigeminal, tetapi daripada kejang singkat nyeri yang berulang, mereka memiliki nyeri yang lebih kronis dan membakar, menunjukkan masalah dengan saraf yang berbeda dari neuralgia trigeminal. Pasien juga dapat mengalami nyeri wajah karena cedera atau operasi, yang tidak merespon dengan baik terhadap obat-obatan. Untuk semua ini, neurostimulasi dapat dipertimbangkan.

Neurostimulasi adalah prosedur minimal invasif di mana seorang ahli bedah saraf menempatkan kawat kecil di bawah kulit yang menyentuh satu atau lebih cabang saraf di bagian wajah yang sakit. Pasien mengontrol perangkat yang dapat mengaktifkan arus ke kawat. Perangkat diuji selama beberapa hari; pasien menyalakan perangkat stimulator untuk menghasilkan sensasi dengung atau pijat-jenis, yang sering menyenangkan dan memblokir sinyal rasa sakit sampai ke otak. Jika seorang pasien mengalami hasil yang baik dari tes, ahli bedah saraf dapat menanamkan stimulator permanen dengan baterai di bawah kulit. Pasien dapat mengontrol perangkat secara nirkabel, menyalakan atau mematikannya dan mengubah intensitas stimulasi.

Perangkat ini saat ini disetujui FDA untuk digunakan di tulang belakang, jadi gunakan untuk nyeri wajah dianggap "off-label." Ini berarti bahwa itu diperbolehkan untuk menggunakannya untuk neuralgia trigeminal.

Pilihan perawatan bedah tergantung pada masing-masing pasien - ahli bedah saraf akan mengevaluasi setiap kasus dengan seksama sebelum merekomendasikan pilihan perawatan.

Sumber:https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/trigeminal-neuralgia/diagnosis-treatment/drc-20353347http://neurosurgery.ucsf.edu/index.php/pain_treatment_trigeminal_neuralgia.html
Bagikan

Komentar ditutup

Atikel Terbaru

Gejala , Cara Pengobatan, dan Pencegahan Miom

Apakah Miom Itu? Miom mempunyai banyak nama yaitu fibroid, leiomiomata, leiomioma, atau fibromioma. Tapi nama yang sering digunakan dikalangan medis… Read More

1 hari ago

Leukorea (Keputihan Abnormal) - Gejala, Faktor Resiko, dan Pengobatan

Definisi leukorea Keputihan abnormal atau leukorea adalah suatu cairan berbau yang keluar dari vagina yang terasa gatal atau nyeri dengan… Read More

6 hari ago

Cara Efektif Mencegah dan Mengobati Jerawat

Cara Efektif Mencegah dan Mengobati Jerawat. Jika membasmi jerawat mudah, maka anda tentu takkan membaca tulisan ini. Tahukah anda bahwa… Read More

1 minggu ago

Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Arthritis Psoriatik

Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Arthritis Psoriatik. Di Indonesia penyakit Arthritis Psoriatik belum banyak di kenal, bahkan banyak yang tidak menyadari… Read More

1 minggu ago

Perawatan dan Pengobatan Trigeminal Neuralgia di Rumah

Perawatan dan Pengobatan Trigeminal Neuralgia di Rumah. Apakah anda tiba-tiba merasa seperti terkena sengatan listrik di wajah anda? Atau merasakan… Read More

2 minggu ago

Gejala, Penyebab , Faktor Resiko, dan Pengobatan Rheumatoid Arthritis

Apa penyakit rheumatoid arthritis itu? Rheumatoid arthritis yang kita kenal dengan nama rematik adalah nama penyakit yang menyebabkan radang pada… Read More

2 minggu ago