Diabetes

Diabetes, bukanlah penyakit yang membuat orang terkejut seperti ketika seseorang mendengar telah terdiagnosa kanker. Tetapi itu bagi mereka yang hanya mengerti sedikit, sedang yang tidak mereka ketahui terlalu banyak. Jika mereka mengerti tentunya mereka akan menghadapinya seperti dia menghadapi kanker. Mengapa demikian, karena tidak seperti kanker yang jika bisa ditemukan stadium dini, secara medis masih bisa diobati. Tetapi diabetes berbeda, secara medis penderita diabetes tidak bisa disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan hanya mengurangi gejala, sedangkan yang menjadi akar masalah terjadinya diabetes tidak bisa disembuhkan. Pasien diabetes pada akhirnya berakhir dengan ketergantungan pada suntikan insulin seumur hidupnya.

Suntikan insulin sebenarnya tidak bisa menyembuhkan, penggunaan insulin hanyalah memperlambat terjadinya kerusakan yang menjurus pada kerusakan permanen pada ginjal, liver, atau jantung. Hal ini terjadi karena secara alami anti bodi menolak benda asing, sering terjadi resistensi, sehingga suntikan yang sedianya untuk memenuhi kebutuhan insulin dalam tubuh tidak terjadi, insulin yang disuntikan gagal mengontrol kadar gula darah. Belum lagi efek samping yang menyertainya.

Diabetes ada yang menyebutnya diabetes mellitus, adalah sejenis penyakit metabolik yang disebabkan kadar gula yang tinggi. Adapun sebabnya adalah tidak baiknya respons sel-sel tubuh terhadap insulin atau tidak memadainya produksi insulin atau disebabkan oleh keduanya. Gejala yang terlihat biasanya sering buang air kecil (poliuria), selalu merasa haus (polidipsia), dan selalu merasa lapar (polifagia).

Diabetes dibedakan menjadi tiga:

  1. Type 1 Diabetes
    Diabetes ini disebabkan oleh tidak adanya insulin dalam darah karena tubuh tidak memproduksi insulin. Orang yang berusia sebelum berumur 40 tahun biasanya mengembangkan diabetes tipe 1, sering terjadi di awal masa dewasa atau pada masa remaja.
    Dari mereka yang terdiagnosa diabetes, 10 % diantaranya adalah terdiagnosa diabetes tipe 1.
    Pasien dengan diabetes tipe 1, menurut medis, harus mengambil suntikan insulin selama sisa hidup mereka. Tingkat glukosa darah harus dipastikan selalu tepat, oleh karena itu tes darah harus dilakukan teratur, selain itu diet khusus juga perlu mereka jalani.
  2. Type 2 Diabetes
    Terjadinya diabetes type 2 adalah disebabkan oleh produksi insulin tidak mencukupi, atau terjadi resistensi insulin (sel-sel dalam tubuh tidak bereaksi terhadap insulin ).
    Diabetes jenis ini adalah diabetes umum, di mana diidap sekitar 90 % kasus diabetes di seluruh dunia.
    Gejala diabetes tipe 2 mungkin dapat dikontrol oleh beberapa orang dengan menurunkan berat badan, melakukan banyak olah-raga, mengikuti diet sehat, dan memantau kadar gula darah mereka. Namun, sifat diabetes tipe 2 yang biasanya yang progresif, maka tidak bisa dihindari secara bertahap semakin memburuk, dan pada akhirnya mungkin pasien berakhir pada ketergantungan suntikan insulin, di mana biasanya dalam bentuk tablet.
    Diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang yang memiliki berat badan berlebih dan obesitas dimana mereka memiliki risiko tinggi dibandingkan mereka yang memiliki berat badan seimbang. Ini disebabkan mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas, tubuh mereka melepaskan zat kimia yang menciptakan ketidakstabilan sistem kardiovaskular dan mengganggu sistem metabolisme tubuh.
    Kelebihan berat badan, secara fisik tidak aktif dan makan makanan yang tinggi gula memiliki berkontribusi terhadap risiko terkena diabetes tipe 2. Minum hanya satu kaleng (non – diet) soda per hari dapat meningkatkan risiko kita terkena diabetes tipe 2 sebesar 22 %, peneliti dari Imperial College London dilaporkan dalam jurnal Diabetologia. Para ilmuwan percaya bahwa dampak dari minuman ringan bergula risiko diabetes mungkin salah satu yang berdampak langsung, bukan hanya pengaruh pada berat badan.
  3. Diabetes Gestational
    Diabetes tipe Gestational hanya mempengaruhi wanita selama kehamilan. Tubuh beberapa wanita pada masa kehamilan tidak dapat reproduksi insulin dengan cukup untuk mengangkut semua kadar gula ke dalam sel-sel mereka, hal ini mengakibatkan kadar glukosa semakin meningkat.
    Sebagian besar pasien diabetes gestational dapat mengontrolnya dengan olahraga dan diet. Sekitar 10 % sampai 20 % diantara mereka perlu mengambil beberapa macam obat darah untuk mengendalikan glukosa. Sebab jika pasien diabetes gestational memiliki kadar glukosa dalam darah yang tidak terkontrol maka akan meningkatkan risiko komplikasi selama persalinan. Bayi mungkin lebih besar dari yang seharusnya.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_melitus