Ketika Diketahui Obat Kimia Penyumbang Penyebab Kematian Terbanyak Dibandingkan Dengan Kecelakaan Kendaraan Bermotor

Mengkonsumsi Obat Kimia dalam jangka panjang berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Bahkan Obat kimia telah menjadi penyumbang banyak kematian. Ini sangat buruk pada hal banyak orang yang tidak mengetahui dan tetap menganggapnya sebagai obat yang penting untuk penyembuhan. Mereka lebih percaya obat kimia dibanding obat-obatan alami, pada hal banyak para ahli yang telah berhasil menemukan bahwa obat alami sangat efektif untuk menyembuhkan semua penyakit baik ringan maupun berat. Brett West seorang ilmuan Noni merekomendasikan Tahitiannoni sebagai obat untuk segala penyakit yang akan berdampak baik bagi kesehatan, lebih-lebih jika dikonsumsi jangka panjang.

Page 1 Bertemu dengan Ilmuwan Noni: Brett West
Page 2 Uji Statistik dan Uji Klinis
Page 3 Kesaksian-kesaksian

Bertemu dengan Ilmuwan Noni: Brett West

brett-west

Tahukah Anda bahwa di tahun 2009, lebih banyak kematian yang disebabkan oleh obat-obatan kimia dibandingkan kecelakaan kendaraan bermotor ? Terkejutkah Anda ? Inilah fakta nyata menurut Center for Disease Control and Prevention (Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit ). Inilah realitas yang kita hadapi hari ini.
Suatu artikel dalam website berita Fox menyatakan bahwa jumlah kematian meningkat dua kali lipat dalam satu dekade terakhir dengan satu nyawa melayang setiap 14 menit. Dari informasi tersebut, bisa kita simpulkan bahwa solusi kesehatan yang selama ini kita pilih memiliki efek samping yang sangat buruk. Saat ini dunia sedang mencari solusi kesehatan yang alami dan kandungan bioaktif dalam produk-produk Tahitian Noni sangatlah tepat untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Komitmen Tahitian Noni untuk memberikan suatu solusi kesehatan tanpa efek samping yang buruk dibuktikan dengan beragam penelitian dan uji klinis terhadap manusia yang terus dilakukan. Selain itu, Tahitian Noni juga menjadi promotor International Iridoid Research Symposium (IIRS) yang menjadi wadah bagi para peneliti dan ilmuwan di seluruh dunia untuk memaparkan penemuan mereka mengenai Iridoid yang pada akhirnya akan mempercepat pengembangan produk. Menindaklanjuti kegiatan IIRS yang diselenggarakan di kantor pusat TNI di Provo, Utah, Amerika Serikat pada bulan Agustus lalu, TNI Indonesia menggelar acara Meet The Noni Scientist pada bulan Oktober lalu. Acara yang menghadirkan Brett West, Direktur dari Penelitian Manfaat Noni, dibagi menjadi 2 sesi yaitu Doctors and Scientists Gathering (khusus untuk para praktisi kesehatan dan peneliti) dan Bioactive Talk (untuk publik).

Dalam presentasinya di sesi Doctors and Scientists Gathering, Brett menjelaskan mengenai dua jenis iridoid yang banyak ditemukan di noni yaitu Deacetylasperulosidic Acid (DAA) dan Asperulosidic Acid (AA). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Brett West, kedua jenis iridoid ini memiliki kemampuan yang lebih kuat ketika diinkubasi dengan enzim beta glukosidase yang diproduksi di system pencernaan manusia. Brett juga memaparkan efek anti-kanker dari Iridoid berdasarkan hasil penelitian dari seorang ilmuwan dari Seoul National University, Korea, Il-Moo Chang. Penelitian Il-Moo Chang pada sel kanker prostat, kanker payudara, dan kanker sumsum tulang belakang menunjukkan bahwa Iridoid yang sudah di inkubasi oleh enzim beta glukosidase, jauh lebih efektif dalam menghalangi proses aktivasi protein STAT3 menjadi p-STAT3(Tyr705). p-STAT3(Tyr705) sangat berperan dalam proses perubahan sel sehat menjadi sel kanker dan dapat mencegah sel kanker untuk membunuh dirinya sendiri (apoptosis). Grafik penelitian tersebut juga menunjukkan hubungan antara dosis konsumsi dengan efektivitas iridoid dalam menekan aktivasi STAT3. Dalam akhir presentasi Brett di sesi ini, beliau menyampaikan suatu penelitian yang sangat menarik dari Szolt Petendi, seorang doctor farmasi dari Hungaria. Beliau meneliti semut Argentina yang mengonsumsi tanaman yang mengandung Iridoid. Bagi semut Argentina ini, aktifitas Iridoid dalam tubuh mereka menciptakan suatu signal yang menandakan kehidupan. Empat puluh menit setelah semut Argentina mati, aktifitas Iridoid dalam tubuh mereka akan hilang dan ini menjadi pertanda bagi semut-semut lain bahwa semut tersebut sudah tidak bernyawa. Jadi bagi semut – semut ini, iridoid adalah penanda kehidupan.

Sedangkan dalam sesi Bioactive Talk, Brett menekankan kepada fungsi TNBB sebagai adaptogen. Sebagai adaptogen, sebuah produk harus memiliki 3 karakter yaitu :

  1. Aman untuk dikonsumsi :
    TNBB sudah dibuktikan terus-menerus melalui berbagai penelitian dan uji klinis terhadap manusia serta izin pemasaran dari banyak negara untuk produkproduk TNBB.
  2. Memiliki beragam manfaat kesehatan :
    anti-kanker, anti-diabetes, antiosteoporosis, anti-arthritis, perlindungan system saraf, anti-peradangan, penyembuhan luka, pencegahan pembentukan melanin, anti-alergi, dan masih banyak lagi.
  3. Menciptakan keseimbangan dalam tubuh :
    Brett memaparkan hasil penelitian mengenai efek penurunan kolesterol dari TNBB. Pada umumnya, para perokok berat mengalami masalah kolesterol tinggi. Namun setelah mengonsumsi TNBB, kolesterol mereka menjadi normal
    kembali. Namun ketika orang-orang dengan tingkat kolesterol yang sehat mengonsumsi produk TNBB, kolesterol mereka tetap stabil (tidak terjadi efek penurunan kolesterol). Hal ini tidak bisa terjadi ketika kita mengonsumsi obat kimia, contohnya jika Anda memiliki masalah kolesterol tinggi dan mengonsumsi obat penurun kolesterol, maka kolesterol Anda akan menurun. Namun jika orang yang tidak memiliki masalah dengan kolesterol tinggi mengonsumsi obat tersebut, maka kolesterol mereka juga akan mengalami penurunan.

Selain itu, Brett juga menyampaikan bahwa terapi TNBB bisa meningkatkan efektifitas dari terapi konvensional yang sudah awam digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan tertentu.

Beliau mencontohkan hasil penelitian terhadap orang-orang yang bermasalah dengan cervical spondylosis (arthritis pada leher). Uji coba produk ini dilakukan kepada 90 orang yang dibagi ke dalam 3 bagian, yaitu 30 orang yang hanya menjalani fisioterapi, 30 orang yang hanya mengonsumsi TNBB 15ml dua kali sehari, dan 30 orang yang menjalani fisioterapi dan mengonsumsi TNBB 15ml dua kali sehari. Setelah 1 bulan, group yang menjalani terapi TNBB dan konvensional merasakan perubahan mobilitas gerakan leher yang jauh lebih signifikan dibandingkan group yang hanya menjalani terapi konvensional saja atau terapi TNBB saja. Salah satu efek dari TNBB yang cukup mengagumkan adalah efek perlindungan DNA pada perokok berat. TNBB mampu mengurangi kerusakan DNA sebesar 44,9% pada perokok berat, padahal pada saat penelitian dilakukan orang-orang tersebut masih tetap merokok. Kadar radikal bebas dalam darah mereka juga mengalami penurunan antara15% hingga 30%. Masalah kolesterol dan triglyceride yang seringkali dihadapi oleh para perokok berat juga teratasi oleh konsumsi produk TNBB. Variasi hasil penelitian yang disampaikan oleh Brett West di 3 kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya, dan Medan, diharapkan akan mendidik para IPC mengenai konsep bioaktif dan mempersiapkan IPC dalam memasuki era bioaktivisme yang akan menjadi landasan bisnis TNI kedepannya. Be A Bioactivist ! Use It. Share It. Build It.

Profil Profesional Brett West

Brett West adalah direktur dari Penelitian Manfaat Noni di Tahitian Noni International. Beliau bergabung di Morinda, Inc sejak tahun 1997 dan sudah melakukan penelitian noni selama lebih dari 13 tahun.

Brett mempelajari farmakologi dan biologi molekuler di Brigham Young University dan University of Arizona.

Brett adalah anggota dari American Chemical Society dan International Society of Regulatory Toxicology and Pharmacology. Keanggotaan professional lainnya termasuk Western Pharmacology Society, New York Academy of Sciences, dan the Institute of Food Technologists.

Saat ini, Brett juga menjabat sebagai pemimpin redaksi dari Journal of Medicinal Food Plants. Brett telah menyelesaikan banyak penelitian dan mengumpulkan aplikasi untuk mendapatkan izin penggunaan / pemasaran produk dari pemerintah. Beberapa diantaranya adalah:

  • Izin untuk pemasaran jus buah noni sebagai makanan yang aman dikonsumsi (novel food) oleh European Union di tahun 2003.
  • Hasil positif dari pengujian kembali jus noni sebagai makanan yang aman dikonsumsi (novel food) oleh European Food Safety Authority di tahun 2006.
    Izin untuk daun noni sebagai makanan yang aman dikonsumsi (novel food) di Uni Eropa pada tahun 2008.
  • Izin untuk daun noni sebagai makanan yang aman dikonsumsi (novel food) di Taiwan pada tahun 2009.
  • Izin untuk penggunaan pure buah noni dan konsentrat jus noni sebagai bahan makanan umum di Uni Eropa pada tahun 2010.

Brett sudah mempublikasikan lebih dari 30 artikel penelitian ilmiah yang ditinjau oleh sesama peneliti/ilmuwan mengenai buah, daun, dan biji noni. Brett juga menjadi rekan penulis di lebih dari 20 presentasi ilmiah professional di berbagai konferensi.

Page 1 Bertemu dengan Ilmuwan Noni: Brett West
Page 2 Uji Statistik dan Uji Klinis
Page 3 Kesaksian-kesaksian