Kisah pengidap stroke : Alexander Temala Ledjap

Alexander Temala Ledjap Kisah Pengidap StrokeNama saya Alexander Temala Ledjap, usia 53 tahun. Pada tanggal 7 September 2013 pukul 7.30, tiba-tiba saya lumpuh – tidak bisa berpikir dan berbicara lagi. Akhirnya istri dan anak sulung saya segera membawa saya ke dokter langganan untuk diperiksa.

Tuhan Menyelamatkan Saya dari Stroke Berat & Pendarahan Hebat di Otak melalui Tahitian Noni Setelah diperiksa, dokter menyimpulkan bahwa saya harus segera dibawa kerumah sakit saat itu juga karena jika terlambat sedikit saja maka saya tidak akan bisa tertolong lagi. Istri dan anak sulung saya langsung bergegas membawa saya ke RSUD Cibinong.

Sesampainya di rumah sakit saya langsung discan. Selama itu, saya tidak dapat berbicara dengan normal. Semua orang tidak mengerti kata-kata yang saya ucapkan. Untung sebelum berangkat, istri saya sempat membawa 1 botol Tahitian Noni Original. Kebetulan Noni itu untuk pengobatan tumor, syaraf, dan kanker ibu saya yang sudah sangat parah tapi sudah sembuh total berkat mengonsumsi Tahitian Noni Original selama dua bulan. Berdasarkan cerita bahwa noni bisa menyembuhkan semua masalah kesehatan kecuali idiot, maka malam itu istri saya langsung memberikan Tahitian Noni Original pada saya tiap satu atau dua jam sekali sebanyak 60 cc.

Keesokan harinya, keadaan saya berangsur membaik. Saya mulai bisa berbicara dan beraktifitas dengan normal seperti sediakala. Dua dokter syaraf yang menangani saya yaitu dr Nana dan dr Edison yang melihat hasil scan saya merasa heran dan mengatakan bahwa itu adalah mukjizat karena mereka belum memberikan obat apapun pada saya.

Hasil scan saya menunjukkan bahwa saya mengalami stroke berat dan pendarahan hebat di otak. Selain itu hasil tensi saya menunjukkan bahwa tekanan darah saya 420/100. Mereka berkata bahwa biasanya pasien dengan kondisi seperti saya ini, tidak ada yang bisa diselamatkan. Sekali lagi mereka mengucapkan selamat kepada saya karena kondisi saya sudah membaik. Malam itu saya habiskan setengah botol Tahitian Noni Original.

Selanjutnya kedua dokter syaraf itu secara bergantian mengontrol perkembangan kesehatan saya setiap hari. Seminggu berselang saya pun diijinkan pulang ke rumah. Sesaat sebelum pulang tekanan darah saya kembali dicek dan hasilnya 180/120 mmHg. Perkembangan yang luar biasa mengingat tekanan darah saya yang sebelumnya 420/100 mmHg. Namun, saya tetap diharuskan untuk cek up seminggu kemudian.

Saya tetap mengonsumsi obat-obatan dari dokter sambil terus mengonsumsi Tahitian Noni Original. Seminggu kemudian saya cek up dan kontrol di rumah sakit tempat saya dirawat dulu. Dokter berkata bahwa kondisi saya semakin baik dan tekanan darah saya 150/120 mmHg. Lalu dokter memberikan saya obat yang harus dikonsumsi selama satu bulan sambil berpesan agar saya kembali lagi bulan depan untuk cek up dan kontrol.

Sebulan berlalu saya kembali melakukan cek up dan dokter berkata bahwa kondisi saya sudah baik sekali dan tidak ada masalah lagi. Tekanan darah saya saat itu 120/80 mmHg. Dokter tidak tahu bahwa saya terus mengonsumsi Tahitian Noni Original bersama dengan obat-obatan yang diberikan.

Berkat Tahitian Noni Original saya tidak mengalami efek samping dari obat-obatan tersebut. Dokter sempat memberitahu saya bahwa obatobatan tersebut memiliki efek samping di mana penggunanya akan menjadi pikun. Sudah tiga bulan berselang saya tidak mengalami hal tersebut, sebaliknya Tahitian Noni Original justru membuat kerja obat-obat tersebut menjadi lebih maksimal.

Oleh karena itu saya terus menerus mengucap syukur dan terima kasih kepada Tuhan karena telah menyembuhkan dan menyelamatkan saya

lewat anugerahNya yang luar biasa hebatnya yaitu Tahitian Noni Original. Pesan saya kepada Anda sekalian, usahakan agar di rumah selalu sedia Tahitian Noni untuk berjaga-jaga, jangan sampai Anda mengalami hal yang sama seperti saya.