Mengobati Diabetes Tipe 2 dengan Teripang {Gamat)

Mengobati Diabetes Melitus dengan Teripang (Gamat). Anda harus mengetahui bahwa diabetes melitus (diabetes tipe 2)di Indonesia menjadi penyebab kematian nomer tiga di Indonesia. Mengapa demikian? Kemungkinan besar karena banyak penderita diabetes melitus (diabetes tipe 2) yang tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit deabetes melitus.

Oleh karena itu sangat penting bagi setiap orang, terutama bagi mereka yang obesitas untuk memeriksakan diri kedokter jika merasakan gejala diabetes. Ini di sebabkan gejala diabetes mudah dikenali.

Di Indonesia, penderita diabetes Indonesia menurut data yang di lansir WHO pada tahun 2009 adalah 8 juta jiwa, dan mengalami peningkatan menjadi 9,3 juta jiwa. Jika tidak dapat ditangani dan tidak ada upaya pencegahan maka jumlah tersebut akan terus meningkat dari tahun ke tahun, dan diperkirakan akan menjadi 21,3 juta jiwa pada tahun 2030 mendatang. Saat ini, tahun 2018, Indoneia menempati urutan ketujuh penderita diabetes terbanyak setelah Cina, India, Amerika, Brasil, Rusia, dan Meksiko.

Uji Manfaat Teripang Untuk Diabetes Type 2

Teripang atau Gamat dapat dijadikan alternatif pengobatan untuk diabetes melitus yang juga dikenal dengan diabetes tip 2 menggantikan pengobatan konvensional. Hal ini di dasarkan pada hasil berbagai riset atau penelitian yang telah dilakukan.

Ada 11 asam amino yang terdapat dalam teripang, yaitu miristat, palmitoleat, palmitat, stearat, linoleat, pleat, arakhsidat, behenat, eicosapantaenat, erusat, dan dokosaheksacnat.

Dari kesebelas asam amino tersebut yang relitif tinggi adalah kandungan asam eicosapentaenat (EPA) 25,69% dan asam dokosaheksannat (DHA) 3,69%. Yang tertinggi adalah kandungan EPA sebesar 25,69%, nilai EPA yang tinggi ini mengindikasikan teripang mempunyai kecepatan dalam memperbaiki jaringan yang rusak dan menghambat pembentukan prostaglandin penyebab radang tinggi.

Teripang kaya akan protein, kandungannya mencapai 82%. 80% dari jumlah itu adalah berupa kolagen. Protein memiliki fungsi vital untuk tubuh. Proses regenerasi sel beta pankreas yang memproduksi insulin membutuhkan proein yang tinggi. Kandungan protein teripang yang tinggi dapat mencukupi kebutuhan itu, yang dapat membantu kerja pankreas meningkatkan produksi insulin. Dr.Ir.M. Ahkam Subroto, M.App.Sc.APU., sorang peneliti dari Puslit Bioteknolog LIPI, mengatakan bahwa produksi insulin meningkat setelah pasien diabetes diberi teripang. (Trubus 441, Agustus 2006, halaman 109)

Teripang juga mengandung Cell Growth Factor, yaitu faktor pertumbuhan yang merangsang proses regenerasi, produksi, dan pengembangan sel. Selain itu juga memulihkan jaringan tubuh yang telah rusak bahkan membusuk menjadi sehat kembali. Dengan demikian penggunaan teripang untuk memulihkan luka diabetes, baik ringan maupun parah, bahkan yang hampir diamputasi menjadi sembuh telah diujikan. Pengunaan teripang, selain diminum, juga dioleskan pada yang luka. Hasilnya luka menjadi pulih dengan cepat. Ini mengindikasikan bahwa Cell Growth Factors bisa bekerja dengan baik.

Kromium yang terkandung dalam teripang akan membantu kinerja hormon insulin dalam menurunkan diabetes. Kromium adalah sa;ah satu jenis meineral. Teripang mengandung jenis mineral kromium alami yang aman dikonsumsi untuk segala usia, usia pertumbuhan sampai manula. Konsumsi teripang secara teratur setiap hari dapat mengendalikan kadar gula darah, dan ini berarti dapat mencegah dan menyembuhkan diabetes melitus.

Banyak pasien diabetes melitus yang ingin sembuh yang kemudian konsumsi teripang yang telah diekstrasi baik yang menjadi serbuk, gel maupun liquid. Bhakan diantaranya banyak para dokter yang mengkonsumsinya untuk pribadi karena ingin merasakan manfaatnya. Walaupun begitu mereka tidak mau meresepkan teripang sebagai obat diabetes melitus kepada pasiennya. Mereka hanya konsumsi teripang hanya untuk dirinya sendiri.

Sebutlah dr Pieter AW Pattinama MPH, seorang mantan direktur RS PGI Cikini. Dia menderita Diabetes melitus sejak tahun 1972. Akhirnya, setelah selama puluhan tahun menderita diabetes melitus kadar gula darah yang semula 500 mg/dl turun menjadi 160 mg/dl hanya dalam jangka waktu 2 bulan setelah menjali terpai akupuntur dan konsumsi ekstrak teripang. (Trubus, Edisi: Minggu, 02 Juli 2006 17:12:52).

Kendalikan kadar gula darah dan mengobati diabetes tipe 2 dengan Teripang

Diabetes tipe 2 adalah penyakit yang berbahaya, dan jika tidak ditangani serius bisa menyebabkan kematian. Berlebihnya kadar gula darah karena tidak berfungsinya sel beta pankreas megatur netabolisme glukosa menjadi energi, bisa menyebabkan berbagai komplikasi, seperti stroke, glukoma, jantung koroner, ablasi retina, dan gagal ginjal, juga rentan terhadap infeksi.

Penderita Diabetes tipe 2 kronis mudah sekali infeksi walaupun dengan luka yang sangat kecil. Resiko infeksi bisa terjadi dengan hal yang sepele seperti lecet karena sepatu yang sesak, luka kecil ketika memotong kuku, karena kompres yang terlalu panas pada kaki. Infeksi yang terjadi, jika dibiarkan, akan menyebabkan pembusukan yang berujung pada amputansi.

Mudahnya infeksi bagi penderita diabetes disebabkan tidak adanya cukup energi bagi tubuh yang menyebabkan distribusi nutrisi dan rendahnya respon imunitas, menyebabkan rendahnya pertahanan tubuh terhadap kuman. Ditambah dengan tingginya kadar gula darah, sangat disukai oleh kuman.

Teripang dapat dijadikan sebagai alternatif pengobatan untuk menormalkan kadar gula darah, memulihkan semua kerusakan yang terjadi, sehingga semua fungsi tubuh menjadi normal.

Mengobati Diabetes Melitus dengan Teripang (Gamat). Anda harus mengetahui bahwa diabetes melitus (diabetes tipe 2)di Indonesia menjadi penyebab kematian nomer tiga di Indonesia. Mengapa demikian? Kemungkinan besar karena banyak penderita diabetes melitus (diabetes tipe 2) yang tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit deabetes melitus.

Oleh karena itu sangat penting bagi setiap orang, terutama bagi mereka yang obesitas untuk memeriksakan diri kedokter jika merasakan gejala diabetes. Ini di sebabkan gejala diabetes mudah dikenali.

Di Indonesia, penderita diabetes Indonesia menurut data yang di lansir WHO pada tahun 2009 adalah 8 juta jiwa, dan mengalami peningkatan menjadi 9,3 juta jiwa. Jika tidak dapat ditangani dan tidak ada upaya pencegahan maka jumlah tersebut akan terus meningkat dari tahun ke tahun, dan diperkirakan akan menjadi 21,3 juta jiwa pada tahun 2030 mendatang. Saat ini, tahun 2018, Indoneia menempati urutan ketujuh penderita diabetes terbanyak setelah Cina, India, Amerika, Brasil, Rusia, dan Meksiko.

Uji Manfaat Teripang Untuk Diabetes Type 2

Teripang atau Gamat dapat dijadikan alternatif pengobatan untuk diabetes melitus yang juga dikenal dengan diabetes tip 2 menggantikan pengobatan konvensional. Hal ini di dasarkan pada hasil berbagai riset atau penelitian yang telah dilakukan.

Ada 11 asam amino yang terdapat dalam teripang, yaitu miristat, palmitoleat, palmitat, stearat, linoleat, pleat, arakhsidat, behenat, eicosapantaenat, erusat, dan dokosaheksacnat.

Dari kesebelas asam amino tersebut yang relitif tinggi adalah kandungan asam eicosapentaenat (EPA) 25,69% dan asam dokosaheksannat (DHA) 3,69%. Yang tertinggi adalah kandungan EPA sebesar 25,69%, nilai EPA yang tinggi ini mengindikasikan teripang mempunyai kecepatan dalam memperbaiki jaringan yang rusak dan menghambat pembentukan prostaglandin penyebab radang tinggi.

Teripang kaya akan protein, kandungannya mencapai 82%. 80% dari jumlah itu adalah berupa kolagen. Protein memiliki fungsi vital untuk tubuh. Proses regenerasi sel beta pankreas yang memproduksi insulin membutuhkan proein yang tinggi. Kandungan protein teripang yang tinggi dapat mencukupi kebutuhan itu, yang dapat membantu kerja pankreas meningkatkan produksi insulin. Dr.Ir.M. Ahkam Subroto, M.App.Sc.APU., sorang peneliti dari Puslit Bioteknolog LIPI, mengatakan bahwa produksi insulin meningkat setelah pasien diabetes diberi teripang. (Trubus 441, Agustus 2006, halaman 109)

Teripang juga mengandung Cell Growth Factor, yaitu faktor pertumbuhan yang merangsang proses regenerasi, produksi, dan pengembangan sel. Selain itu juga memulihkan jaringan tubuh yang telah rusak bahkan membusuk menjadi sehat kembali. Dengan demikian penggunaan teripang untuk memulihkan luka diabetes, baik ringan maupun parah, bahkan yang hampir diamputasi menjadi sembuh telah diujikan. Pengunaan teripang, selain diminum, juga dioleskan pada yang luka. Hasilnya luka menjadi pulih dengan cepat. Ini mengindikasikan bahwa Cell Growth Factors bisa bekerja dengan baik.

Kromium yang terkandung dalam teripang akan membantu kinerja hormon insulin dalam menurunkan diabetes. Kromium adalah sa;ah satu jenis meineral. Teripang mengandung jenis mineral kromium alami yang aman dikonsumsi untuk segala usia, usia pertumbuhan sampai manula. Konsumsi teripang secara teratur setiap hari dapat mengendalikan kadar gula darah, dan ini berarti dapat mencegah dan menyembuhkan diabetes melitus.

Banyak pasien diabetes melitus yang ingin sembuh yang kemudian konsumsi teripang yang telah diekstrasi baik yang menjadi serbuk, gel maupun liquid. Bhakan diantaranya banyak para dokter yang mengkonsumsinya untuk pribadi karena ingin merasakan manfaatnya. Walaupun begitu mereka tidak mau meresepkan teripang sebagai obat diabetes melitus kepada pasiennya. Mereka hanya konsumsi teripang hanya untuk dirinya sendiri.

Sebutlah dr Pieter AW Pattinama MPH, seorang mantan direktur RS PGI Cikini. Dia menderita Diabetes melitus sejak tahun 1972. Akhirnya, setelah selama puluhan tahun menderita diabetes melitus kadar gula darah yang semula 500 mg/dl turun menjadi 160 mg/dl hanya dalam jangka waktu 2 bulan setelah menjali terpai akupuntur dan konsumsi ekstrak teripang. (Trubus, Edisi: Minggu, 02 Juli 2006 17:12:52).

Kendalikan kadar gula darah dan mengobati diabetes tipe 2 dengan Teripang

Diabetes tipe 2 adalah penyakit yang berbahaya, dan jika tidak ditangani serius bisa menyebabkan kematian. Berlebihnya kadar gula darah karena tidak berfungsinya sel beta pankreas megatur netabolisme glukosa menjadi energi, bisa menyebabkan berbagai komplikasi, seperti stroke, glukoma, jantung koroner, ablasi retina, dan gagal ginjal, juga rentan terhadap infeksi.

Penderita Diabetes tipe 2 kronis mudah sekali infeksi walaupun dengan luka yang sangat kecil. Resiko infeksi bisa terjadi dengan hal yang sepele seperti lecet karena sepatu yang sesak, luka kecil ketika memotong kuku, karena kompres yang terlalu panas pada kaki. Infeksi yang terjadi, jika dibiarkan, akan menyebabkan pembusukan yang berujung pada amputansi.

Mudahnya infeksi bagi penderita diabetes disebabkan tidak adanya cukup energi bagi tubuh yang menyebabkan distribusi nutrisi dan rendahnya respon imunitas, menyebabkan rendahnya pertahanan tubuh terhadap kuman. Ditambah dengan tingginya kadar gula darah, sangat disukai oleh kuman.

Teripang dapat dijadikan sebagai alternatif pengobatan untuk menormalkan kadar gula darah, memulihkan semua kerusakan yang terjadi, sehingga semua fungsi tubuh menjadi normal.

Bagikan

Komentar ditutup

Atikel Terbaru

Leukorea (Keputihan Abnormal) - Gejala, Faktor Resiko, dan Pengobatan

Definisi leukorea Keputihan abnormal atau leukorea adalah suatu cairan berbau yang keluar dari vagina yang terasa gatal atau nyeri dengan… Read More

4 hari ago

Cara Efektif Mencegah dan Mengobati Jerawat

Cara Efektif Mencegah dan Mengobati Jerawat. Jika membasmi jerawat mudah, maka anda tentu takkan membaca tulisan ini. Tahukah anda bahwa… Read More

7 hari ago

Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Arthritis Psoriatik

Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Arthritis Psoriatik. Di Indonesia penyakit Arthritis Psoriatik belum banyak di kenal, bahkan banyak yang tidak menyadari… Read More

1 minggu ago

Perawatan dan Pengobatan Trigeminal Neuralgia di Rumah

Perawatan dan Pengobatan Trigeminal Neuralgia di Rumah. Apakah anda tiba-tiba merasa seperti terkena sengatan listrik di wajah anda? Atau merasakan… Read More

1 minggu ago

Gejala, Penyebab , Faktor Resiko, dan Pengobatan Rheumatoid Arthritis

Apa penyakit rheumatoid arthritis itu? Rheumatoid arthritis yang kita kenal dengan nama rematik adalah nama penyakit yang menyebabkan radang pada… Read More

1 minggu ago

Penyebab, Gejala, Perawatan, dan Pengobatan Gout

Apakah Gout itu? Banyak orang tidak mengenal apakah gout itu, padahal gout adalah penyakin persendian yang umum. Mungkin banyak orang… Read More

2 minggu ago