Resiko Relatif Pada Pemakaian Kontrasepsi

kontrasepsiMenurut penelitian jika menggunakan metode kontrasepsi barrier (Penghalang), terutama yang menggunakan kombinasi mekanik dan hormon memperlihatkan penurunan angka kejadian kanker leher rahim yang diperkirakan karena penurunan paparan terhadap agen penyebab infeksi. Sedangkan jika memakai kontrasepsi oral yang dipakai dalam jangka panjang yaitu lebih dari 5 tahun dapat meningkatkan risiko relatif 1,53 kali. WHO melaporkan risiko relatif pada pemakaian kontrasepsi oral sebesar 1,19 kali dan meningkat sesuai dengan lamanya pemakaian.

Jika Anda ingin memilih KB apa yang tepat maka Anda dapat berkonsultasi dahulu dengan dokter Anda. Agar Anda dapat terhindar dari kanker leher rahim ataupun kanker yang lain. Karena itu wanita pemakai pil KB harus rutin menjalani pemeriksaan Pap smear (minimal 1 kali dalam 1 tahun). Di lain pihak, wanita pemakai pil KB memiliki resiko kanker ovarium ataupun kanker leher rahim yang lebih rendah.

Beberapa efek jika kita menggunakan pil KB yaitu sejak pertama kali pemakaian pil KB perdarahan tidak teratur. sering terjadi pada beberapa bulan pertama pemakaian pil KB, jika tubuh telah menyesuaikan diri dengan hormon biasanya perdarahan abnormal akan berhenti.

Beberapa bulan setelah berhenti menggunakan pir KB, kemungkin tidak akan terjadi menstruasi, tetapi obat ini tidak menyebabkan berkurangnya kesuburan secara permanen. Akan terjadi mual nyeri tekan pada payudara, perut kembung, penahan cairan, peningkatan tekanan darah dan depresi karena efek dari perubahan estrogen. Penambahan berat badan, jerawat, dan kecemasan karena efek samping yang berhubungan dengan progestin.